JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi menggelar pesta ulang tahun di sebuah diskotek di Tamansari, Jakarta Barat, Senin (13/12/2010) malam. Menjelang Selasa (14/12/2010) pagi, pesta privat yang dihadiri enam pejabat dengan ditemani lima perempuan cantik itu sempat terhenti lantaran digerebek petugas Satuan Narkoba Polrestro Jakarta Barat.
Petugas Polrestro menggerebek pesta privat yang digelar para pejabat eselon II dan eselon III itu setelah mendapat kabar bahwa dalam pesta tersebut ada narkoba yang digunakan.
"Namun, setelah kami periksa secara cermat tidak ditemukan adanya narkoba. Informasi yang kami terima dalam pesta itu ada sabu-sabunya," kata Kasat Narkoba Polrestro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Yosi Runtukahu, kemarin siang.
Yosi mengatakan, dalam penggerebekan itu petugas menemukan seperempat butir obat yang diduga pil esktasi. "Pil itu kami temukan di sela-sela sofa, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang terbukti memiliki potongan pil itu atau mengonsumsinya," ujarnya.
Lantaran tidak adanya barang bukti, petugas kemudian melepaskan para pejabat yang menggelar pesta itu. Setelah petugas pergi, para pejabat itu meneruskan pesta tersebut.
"Kami menduga laporan tentang adanya narkoba ini disampaikan oleh orang yang tidak suka terhadap para pejabat itu. Kami jelas tidak bisa mengabaikan laporan dari masyarakat itu. Kalau laporan seperti itu diabaikan, polisi akan dinilai tidak tanggap. Tapi kalau terkait dengan politik seperti ini, urusannya menjadi lain," kata Yosi.
Dia mengatakan, si pelapor tampaknya sengaja memberikan laporan yang tidak benar untuk menjebak para pejabat.
"Kami akan mencari orang yang memberikan laporan itu. Dan kami sudah kantongi identitasnya," kata Yosi tanpa merinci identitas pejabat yang berpesta itu.
Menurut Yosi, setelah penggerebekan dilakukan, kejanggalan demi kejanggalan dari si pelapor mulai terlihat.
"Salah satunya adalah kehadiran para wartawan yang terlalu cepat. Kami melakukan penggerebekan sekitar pukul 02.30. Baru setengah jam kami tiba di sana, saya sudah dihubungi beberapa wartawan yang menanyakan penggerebekan itu. Tampaknya si pelapor juga memberitahukan penggerebekan ini kepada wartawan," katanya. (Toto Sunandar)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang