Jupe: DP Tukang Bohong

Kompas.com - 15/12/2010, 17:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah beberapa waktu lalu merasa telah berdamai dengan penyanyi dangdut dan pemain film Dewi Perssik, Julia Perez alias Jupe kini mengaku kecewa berat begitu mengetahui kasusnya dengan DP tetap diusut oleh Kepolisian Sektor Metro Matraman, Jakarta Timur.

Menurut Jupe, lawan mainnya dalam film Arwah Goyang Karawang itu telah menebar kebohongan. "Ternyata, semuanya ini adalah kebohongan. Dewi telah menebar kebohongan, tidak mencabut laporan sebagaimana yang ada di media. Dia malah berakting, dia malah kaget dan shock," kata Jupe setelah menjalani pemeriksaan di Polsek Metro Matraman, Jakarta Timur, Rabu (15/12/2010).

Jupe mengaku tak bisa menerima kenyataan bahwa akhirnya ia ditetapkan menjadi tersangka akibat diduga melakukan tindak kekerasan terhadap DP. "Sebenarnya semuanya sudah berdamai. Saya juga kaget ketika saya sudah jadi tersangka, padahal kemarin sudah damai, apa benar ini semuanya. Saya lihat di salah satu berita, katanya otak saya di dengkul," ujarnya.

Jupe menilai kini DP tengah menari di atas penderitaannya. "Dia bilang sudah cabut laporan. Saya kira ada yang menari di atas penderitaan saya. Saya kecewa sekali. Dia bisa pura-pura prihatin terhadap saya," sesal Jupe.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau