Formula 1

Ferrari Terus Perjuangkan Ide "Gila"

Kompas.com - 15/12/2010, 21:15 WIB

KOMPAS.com - Presiden Ferrari Luca di Montezemolo tak menyerah untuk memperjuangkan ide "gila"nya. Orang nomor satu di tim "Kuda Jingkrak" tersebut mengatakan, dia akan terus menekan agar tim-tim elite di arena Formula 1 (F1) diperbolehkan menggunakan tiga mobil, serta aturan pembatasan tes dibikin lebih lentur.

Di Montezemolo menjad orang yang sangat keras memberikan kritikan terhadap aturan yang diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir. Dalam sebuah acara makan malam dengan media Italia, kemarin, dia mengatakan keyakinannya bahwa pemberian izin tiga mobil bagi tim-tim top akan lebih baik bagi F1, dibandingkan dengan mengizinkan tim-tim baru bergabung pada musim ini.

"Tim-tim kecil? Jujur, saya merasa akan lebih bagus jika memberikan kesempatan untuk menurunkan tiga mobil dibandingkan dengan melihat mobil-mobil yang mengalami banyak kesulitan, bahkan di GP2," ujar di Montezemolo. "Ini adalah ide yang akan diteruskan lagi untuk musim berikutnya."

Dia juga yakin, larangan tes dalam sebuah musim, merupakan hal yang "tidak sehat" bagi olahraga ini.

"Kemudian, kita harus menghapus pembatasan tes yang tidak masuk akal ini. F1 adalah satu-satunya olahraga yang tidak ada kesempatan untuk latihan. Itu seperti bertanya kepada Real Madrid, Milan atau Inter, untuk bermain tanpa sepatu dengan sole yang lembut saat hujan atau tidak melakukan pemanasan sebelum pertandingan Liga Champions."

Di Montezemolo juga mengkritik sirkuit-sirkuit baru. Dia melanjutkan permintaan Presiden FIA Jean Todt, yang menganjurkan agar trek-trek baru kelak, harus memprioritaskan kemungkinan untuk terjadi overtaking.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau