Palembang, Kompas
Kedua tim bermain dalam tempo lambat sepanjang babak pertama. Pemain Sriwijaya FC dan Persija lebih suka menunggu serangan lawan daripada berinisiatif menyerang. Keadaan ini terus berlangsung sampai babak pertama hampir berakhir.
Memasuki menit ke-30, tuan rumah melancarkan serangan yang membahayakan Persija. Barisan depan Sriwijaya FC dengan pengatur serangan Keith Kayamba membuat Persija agak terdesak. Sebaliknya, serangan balik Persija sering mentah karena kurang memaksimalkan kerja sama antarpemain.
Peluang gol Persija tercipta pada menit 38 melalui tendangan Oktavianus yang tinggal berhadapan dengan kiper Sriwijaya FC, Fauzal Mubaroq. Namun, bola tendangannya masih melenceng.
Pada menit ke-42, umpan akurat Rendy Siregar dari sayap kiri kepada Kayamba di sayap kanan disambut tandukan Kayamba ke sudut gawang yang sulit dijangkau kiper Hendro Kartiko. Kedudukan 1-0 untuk tuan rumah.
Setelah turun minum, kedua tim bermain lebih terbuka. Permainan menyerang yang diperagakan kedua tim tidak langsung menghasilkan gol.
Baru pada menit ke-76 sundulan Ade Suhendra mengubah kedudukan menjadi 2-0 untuk Sriwijaya setelah menerima umpan menyilang dari Kayamba.
Kesempatan Persija membalas tiba pada saat injury time waktu babak kedua setelah wasit menghadiahkan penalti. Sayang, Aliyudin gagal mengeksekusi penalti. Bola tendangannya melenceng ke kiri menjauhi gawang.
Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev mengatakan, pemainnya cukup banyak membuat kesalahan akibat lama tidak menjalani pertandingan serius. ”Konsentrasi dan akselerasi menurun. Saya akan coba perbaiki kekurangan-kekurangan itu,” kata Kolev.
Kolev melanjutkan, absennya sejumlah pemain Sriwijaya FC karena bergabung ke tim nasional membuat penampilan tim asuhannya tidak prima.
Pelatih Persija Rahmad Darmawan mengungkapkan, Sriwijaya FC bermain lebih efektif dengan memanfaatkan bola panjang dan memanfaatkan lebar lapangan. ”Sriwijaya FC bisa menyerang dengan kombinasi kecepatan ditambah bola panjang seperti yang dilakukan Kayamba, Rendy Siregar, dan Park Jung- hwan,” ujar Rahmad.
Menurut Rahmad, timnya bermain tertutup, tetapi masih bisa ditembus Sriwijaya FC karena lawan memanfaatkan lebar lapangan. (WAD)