Persahabatan

Sriwijaya FC Tekuk Persija, 2-0

Kompas.com - 16/12/2010, 05:15 WIB

Palembang, Kompas - Mengisi jeda kompetisi yang cukup panjang, tim ”Laskar Wong Kito” menggelar pertandingan persahabatan melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (15/12). Hasilnya, Sriwijaya FC menaklukkan tamunya, 2-0 (1-0).

Kedua tim bermain dalam tempo lambat sepanjang babak pertama. Pemain Sriwijaya FC dan Persija lebih suka menunggu serangan lawan daripada berinisiatif menyerang. Keadaan ini terus berlangsung sampai babak pertama hampir berakhir.

Memasuki menit ke-30, tuan rumah melancarkan serangan yang membahayakan Persija. Barisan depan Sriwijaya FC dengan pengatur serangan Keith Kayamba membuat Persija agak terdesak. Sebaliknya, serangan balik Persija sering mentah karena kurang memaksimalkan kerja sama antarpemain.

Peluang gol Persija tercipta pada menit 38 melalui tendangan Oktavianus yang tinggal berhadapan dengan kiper Sriwijaya FC, Fauzal Mubaroq. Namun, bola tendangannya masih melenceng.

Pada menit ke-42, umpan akurat Rendy Siregar dari sayap kiri kepada Kayamba di sayap kanan disambut tandukan Kayamba ke sudut gawang yang sulit dijangkau kiper Hendro Kartiko. Kedudukan 1-0 untuk tuan rumah.

Setelah turun minum, kedua tim bermain lebih terbuka. Permainan menyerang yang diperagakan kedua tim tidak langsung menghasilkan gol.

Baru pada menit ke-76 sundulan Ade Suhendra mengubah kedudukan menjadi 2-0 untuk Sriwijaya setelah menerima umpan menyilang dari Kayamba.

Kesempatan Persija membalas tiba pada saat injury time waktu babak kedua setelah wasit menghadiahkan penalti. Sayang, Aliyudin gagal mengeksekusi penalti. Bola tendangannya melenceng ke kiri menjauhi gawang.

Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev mengatakan, pemainnya cukup banyak membuat kesalahan akibat lama tidak menjalani pertandingan serius. ”Konsentrasi dan akselerasi menurun. Saya akan coba perbaiki kekurangan-kekurangan itu,” kata Kolev.

Kolev melanjutkan, absennya sejumlah pemain Sriwijaya FC karena bergabung ke tim nasional membuat penampilan tim asuhannya tidak prima.

Pelatih Persija Rahmad Darmawan mengungkapkan, Sriwijaya FC bermain lebih efektif dengan memanfaatkan bola panjang dan memanfaatkan lebar lapangan. ”Sriwijaya FC bisa menyerang dengan kombinasi kecepatan ditambah bola panjang seperti yang dilakukan Kayamba, Rendy Siregar, dan Park Jung- hwan,” ujar Rahmad.

Menurut Rahmad, timnya bermain tertutup, tetapi masih bisa ditembus Sriwijaya FC karena lawan memanfaatkan lebar lapangan. (WAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau