YOGYAKARTA, KOMPAS
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budi Asrori mengatakan, sebanyak 567 pelajar tersebut diketahui berasal dari 64 sekolah jenjang SD hingga SMA/SMK. Mereka adalah pelajar yang tinggal di bantaran Kali Code yang masih harus mengungsi jika air sungai naik.
”Jumlahnya diperkirakan masih akan bertambah karena sejumlah sekolah masih mengirimkan data,” katanya, Rabu (15/12) di Yogyakarta. Sejauh ini, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta telah mengimbau sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta untuk turut membantu para pelajar tersebut.
Salah satunya dengan menyediakan perlengkapan sekolah bagi pelajar yang kehilangan, seperti seragam, alat tulis, dan buku pelajaran. Sekolah-sekolah juga diharapkan mengantisipasi ketertinggalan pelajaran para pelajar tersebut dengan menyediakan tambahan waktu belajar di luar waktu sekolah.
Akan tetapi, sejauh ini belum ada alokasi dana khusus dari pemerintah untuk membantu para pelajar tersebut. ”Sejauh ini, kami masih berusaha memetakan permasalahan dan bantuan apa yang diperlukan,” tutur Budi.
Secara terpisah, Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Rapingun menegaskan, lahan yang disediakan untuk relokasi sementara warga bantaran Code tetap di lahan milik Pemerintah Provinsi DIY di daerah Jalan Kenari, Kecamatan Umbulharjo. Ia menanggapi penolakan sebagian besar warga Jogoyudan, Kecamatan Jetis, yang menilai lokasi tersebut terlalu jauh dari rumah mereka.
Camat Jetis Sisruwadi
Sebagian besar warga Jogoyudan menginginkan relokasi di lahan eks Hotel Trio di Jalan Mangkubumi, yang jaraknya lebih dekat dari permukiman mereka. ”Tapi, lahan itu milik perorangan, yakni milik Probosutedjo. Kami sudah mengajukan permintaan untuk memakai lahan itu sebagai lokasi hunian sementara, tetapi belum ada tanggapan,” ujar Sisruwadi.
Karena itu, Rapingun menambahkan, rencana relokasi tetap pada lokasi semula, yakni lahan pemerintah provinsi di Jalan Kenari. Selain statusnya milik pemerintah yang bisa dipakai dalam jangka panjang, lahan itu juga lebih luas yang otomatis bisa menampung lebih banyak hunian sementara. ”Kami akan terus memberikan pengertian kepada warga yang belum mau direlokasi agar bisa menerima lokasi tersebut,” ujarnya.