”Harga masih berkisar di Rp 7.000 per kilogram,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di kantornya, Rabu.
Operasi pasar (OP) digelar di dua pasar tradisional, Pasar Beringharjo dan Prawirotaman. Bulog menurunkan masing-masing 1 ton beras di setiap pasar dengan harga jual Rp 5.600 per kg kepada sejumlah pedagang yang ditunjuk.
”Para pedagang menjual kepada konsumen maksimal Rp 6.100 per kg,” ujar Sugeng. Selain hanya dilakukan di dua pasar dengan pasokan 2 ton,
Pemerintah Provinsi DIY juga akan menggelar operasi pasar beras. Pemprov menyiapkan 100 ton beras. ”Dibagi untuk lima kabupaten/kota, masing-masing 20 ton,” kata Surendro, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi dan UKM DIY.
Beras yang dijual adalah kualitas medium jenis IR-64. Beras akan dijual Rp 6.100 per kg. Pelaksanaan teknis operasi pasar di lapangan dilakukan pemerintah kabupaten/kota.
Karena itu, pemkab/pemkot diminta mengajukan permintaan beras bila akan menggelar operasi pasar. Hanya Kabupaten Sleman dan Bantul belum mengajukannya.
Hasil rapat Pemprov DIY, pemkab/pemkot, dan Bulog DIY diputuskan akan ada operasi pasar khusus (OPK) untuk beras raskin. Jumlah beras raskin yang disiapkan 3.024,4 ton.
Sasaran OPK beras raskin meliputi 201.828 rumah tangga sasaran di seluruh DIY.