Ekspedisi tujuh puncak dunia

Tim Ditemui Dubes RI untuk Argentina

Kompas.com - 16/12/2010, 08:53 WIB

BUENOS AIRES, KOMPAS.com — Tim ekspedisi tujuh puncak dunia ditemui Duta Besar RI untuk Argentina pada Rabu (15/12/2010) malam di Buenos Aires sebelum mulai mendaki. Tim datang pada Selasa malam di Buenos Aires setelah menempuh sekitar 16 jam penerbangan dari Doha, Qatar.

Tim ditemui Duta Besar RI untuk Argentina Kartini Nurmala Syahrir sambil bersantap malam di Wisma KBRI bersama beberapa rombongan lainnya, seperti dari Badan Pemeriksa Keuangan dan tim sepak bola yunior dari Nanggroe Aceh Darussalam.

Setelah di Buenos Aires selama dua hari, tim segera bertolak ke Mendoza, provinsi di Argentina yang berbatasan dengan Cile, tempat pendakian menuju Aconcagua. Rencananya, tim akan mendaki mulai 17 Desember setelah mengurus perizinan dan melengkapi peralatan.

Sebelumnya, tim lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada Selasa dini hari menuju Qatar dengan menempuh sekitar delapan jam perjalanan. Tim  kemudian menyambung penerbangan dengan pesawat lainnya dari maskapai yang sama ke Buenos Aires.

Saat tiba di Bandara Internasional Pistarini Buenos Aires, tim dijemput Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Yanuar Nasrun dan beberapa pegawai KBRI untuk Argentina lainnya. Untuk kemudian, mereka langsung diantar ke Trianon Residence, tempat tim menginap.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau