Perceraian Bagus untuk Kesehatan Pria?

Kompas.com - 16/12/2010, 11:36 WIB

KOMPAS.com Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada American Journal of Epidemiology, yang menyangkut sekitar 9.000 pria dan wanita di atas usia 45 tahun selama 8 tahun mencatat bahwa pria yang bercerai justru punya gaya hidup sehat, sementara wanita bercerai kebalikannya.

Dalam penelitian tersebut, para responden diminta mengikuti tes olahraga di atas treadmill pada waktu-waktu tertentu untuk mengukur kesehatan mereka sambil ditanyakan status hubungan mereka sepanjang studi.

"Ada peningkatan level kebugaran pria yang signifikan saat ia selesai menjalani proses perceraian. Sebaliknya, pada perempuan yang bercerai, level kebugarannya justru menurun," begitu laporan yang ditulis oleh para peneliti di The Karolinska Institute di Stockholm.

Diperkirakan, hal ini terjadi karena ada tekanan sosial bagi para pria yang tidak berada dalam lembaga pernikahan untuk menjaga kebugarannya supaya terus tampak menarik guna mendapatkan pasangan. Alhasil, saat mereka tanpa pasangan, mereka berusaha sebisa mungkin menjaga kebugarannya, bisa dengan banyak berolahraga di gym, mengikuti aktivitas outdoor, dan sebagainya. Sementara itu, para pria yang berada dalam lembaga pernikahan tak harus bersusah payah mempertahankan kebugarannya, setidaknya cuma perlu menjaga sekadarnya.

Para peneliti memperkirakan bahwa perbedaan di antara kedua gender ini bisa jadi terjadi karena tingkat kemenarikan perempuan tak dinilai lewat level kebugaran atau kekuatannya, tetapi lebih ke hal-hal lain, misalnya, rasio pinggang yang kecil.

Studi-studi yang lebih terkenal memang mengutarakan bahwa perpisahan atau hubungan yang gagal bisa berpengaruh buruk terhadap kesehatan seseorang. Sementara itu, studi yang dilakukan di Amerika Serikat tahun lalu menemukan bahwa individu yang bercerai sebanyak 20 persennya mengalami sakit kronis ketimbang yang belum pernah menikah. Hal ini bisa ditangkal oleh para pria yang bercerai dengan menjaga kebugarannya lewat banyak berolahraga itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau