Perempuan: Tak Perlu Pil Biru, Cukup Dengarkan Aku

Kompas.com - 16/12/2010, 12:33 WIB

KOMPAS.com Menurut riset yang dilakukan di Amerika Serikat, untuk meningkatkan gairah perempuan dengan libido yang cukup atau sedang-sedang saja, mereka tak perlu sampai minum pil biru. Perempuan cuma perlu didengarkan.

ABC News di Amerika Serikat melaporkan, dalam studi yang menyangkut sekitar 200 perempuan yang berusia antara 35 dan 55 tahun yang merasa memiliki masalah disfungsi seksual ditemukan bahwa mereka memiliki gairah seks yang lebih baik setelah membicarakan libido rendahnya kepada dokter.

Dokter dari Baylor College of Medicine, Houston, Amerika Serikat, dr Andrea Bradford, yang juga pemimpin penelitian ini mengatakan bahwa ia ingin mengetahui efektivitas dari obat untuk mengatasi masalah impotensi pria, Cialis, untuk masalah disfungsi seksual perempuan.

Semua responden diminta untuk menuliskan tentang hubungan seksual yang mereka miliki setiap hari selama 12 minggu dan mereka diberi kesempatan untuk berbicara dengan para dokter mengenai masalah mereka. Sebagian dari perempuan responden diminta meminum pil yang mirip obat tersebut, padahal sebenarnya gula-gula.

Menariknya, 35 persen perempuan yang diberikan pil palsu itu dilaporkan memiliki kepuasan seks yang lebih baik. Para peneliti berkesimpulan, hal ini terjadi karena mereka mengutarakan isi hati dan kondisi mereka kepada orang lain.

"Semua responden di studi ini memiliki kesempatan untuk berbicara dengan para profesional yang mendengarkan keluhan mereka. Yang terpenting lagi, si pendengar harus bisa mendengarkan dengan serius dan menanggapi sungguh-sungguh," ucap dr Bradford.

"Dalam pencarian terhadap solusi medis atau "peluru ajaib" untuk mengatasi masalah seksual perempuan, kemungkinan kita melewatkan hal-hal mendasar," simpul dr Bradford mengenai hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau