Perkiraan

Ical Yakin Pertumbuhan Ekonomi 10 Persen

Kompas.com - 16/12/2010, 18:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie, yang juga mantan Menteri Koordinator Perekonomian, optimistis Indonesia dapat menikmati pertumbuhan ekonomi hingga 10 persen dalam lima atau enam tahun mendatang.

"Saya yakin, jika kita bisa mendorong kebijakan drastis dan disertai dengan terobosan yang agresif dalam kebijakan fiskal pemerintah, dan kalau perlu dengan deficit spending yang lebih leluasa, Indonesia akan tumbuh bukan hanya 7 persen, tetapi 8 bahkan 10 persen dalam lima atau enam tahun mendatang," katanya ketika membuka Rapat Kerja Fraksi Partai Golkar di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (16/12/2010).

Dikatakannya, Indonesia harus berani bermimpi. "Do not define our success down. Jangan cepat puas dan menganggap bahwa prestasi yang biasa-biasa saja sudah merupakan pencapaian yang luar biasa," katanya.

Terkait dinamika politik di parlemen, Ical mengatakan, dirinya berharap pada 2011 panggung politik akan berisi pertanyaan dan perdebatan tajam yang seru. Partai Golkar diminta mengembalikan politik ke fitrah sebenarnya.

"Saya tegaskan, Golkar harus menjadi the party of ideas. Lihatlah kemacetan lalu lintas di Jakarta yang semakin mencekik. Lihatlah bandara Cengkareng yang semakin kotor, sesak, dan agak memalukan sebagai bandara terkemuka Indonesia. Lihatlah nasib begitu banyak kota menengah kita yang setiap hari masih harus mengalami pemutusan listrik yang menjengkelkan dan kontraproduktif. Lihatlah begitu panjang jalan raya antarkota yang rusak berat menjadi kubangan lumpur, atau rel dan jalur rel kereta api yang tidak kunjung membaik, mungkin sejak zaman Belanda, serta panjang jalan tol yang tidak bertambah sesuai kebutuhan kita," katanya.

Kunci untuk menyelesaikan masalah ini, katanya, adalah percepatan pembangunan infrastruktur. Saat ini, infrastruktur dan konektivitas antarwilayah dinilai persoalan yang paling mendesak. "Lewat gagasan yang cemerlang, serta lewat manuver politik yang terhormat, kita harus sanggup mendorong tumbuhnya konsensus nasional untuk mencari solusi yang kreatif," katanya.

Lebih lanjut, Ical menyatakan harus cepat bergerak dan berani untuk langsung berbuat. "Bukan hanya sekadar menyusun rencana demi rencana, proposal demi proposal, yang kemudian hilang ditelan malam," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau