Keamanan dan ketertiban

Rakyat Menanti Profesionalitas Polri

Kompas.com - 17/12/2010, 04:39 WIB

Semarang, Kompas - Tuntutan masyarakat terhadap profesionalitas polisi makin tinggi. Di sisi lain, tugas polisi bertambah berat karena kejahatan terus meningkat dan bentuknya beragam. Karena itu, polisi harus terus berbenah diri dan tidak boleh lalai sedikit pun.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan hal itu saat pelantikan 465 taruna polisi, Kamis (16/12) di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah. ”Rakyat ingin Polri tampil di depan dalam penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, kepercayaan rakyat terganggu jika kinerja Polri tak seperti yang diharapkan. Selain itu, rakyat juga sedang gencar menyoroti abdi negara dalam memegang kode etik profesi. Untuk memenuhi harapan rakyat itu, Polri harus sanggup menjaga etika dan perilaku yang mencerminkan profesionalitas.

Kejahatan berkembang

Presiden mengatakan, di era globalisasi ini, tantangan yang dihadapi Polri semakin berat karena berkembangnya corak kehidupan masyarakat, derasnya mobilitas manusia, dan adanya revolusi teknologi. Semua itu menjadi tantangan baru dalam penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan.

”Kejahatan tidak terbatas pada kejahatan konvensional, seperti perampokan, pencurian, atau pembunuhan,” ungkap Presiden. Namun, kejahatan semakin meluas ke kejahatan transnasional, cyber crime, perbankan, perpajakan, teknologi informasi, hingga terorisme.

Selain itu, dengan meningkatnya peran Indonesia di kancah internasional, kata Presiden, perwira polisi yang baru juga harus siap terjun dalam berbagai misi perdamaian dan kerja sama antarbangsa. Berbagai tuntutan dan tantangan berat itu dapat dipenuhi apabila Polri terus mengembangkan diri, tidak lalai, dan tidak cepat berpuas diri.

Rabu malam, sebelum pelantikan, Presiden memberikan pengarahan kepada calon perwira itu. Saat itu Presiden didampingi Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

Salah satu perwira Polri yang baru saja dilantik, I Gede Lila Buana Arta, mengakui, tuntutan Polri ke depan memang semakin berat. ”Mau tidak mau, saya harus belajar banyak dari perwira senior ketika saya mulai berdinas nanti,” katanya. (DEN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau