"El Loco" Dikepung? Jangan Mimpi, Bung!

Kompas.com - 17/12/2010, 05:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Instruksi mantan Presiden Federasi Sepak Bola Filipina Johnny Romualdez untuk mengepung pergerakan striker Indonesia, Cristian "El Loco" Gonzales, ternyata tak berhasil. Meski dikawal ketat sepanjang pertandingan, bomber Persib Bandung itu tetap sanggup menjebol gawang Neil Etheridge dan memastikan kemenangan Indonesia 1-0 di semifinal Piala AFF 2010.

Sebelum pertandingan, Romualdez yang berbicara di Manila menegaskan, El Loco adalah pemain Indonesia yang paling berbahaya. Oleh karena itu, ia menginstruksikan barisan belakang timnya untuk mengunci pergerakan Gonzales.

"Orang yang paling patut diwaspadai adalah Gonzales. Dia memiliki postur yang ideal dan punya pengalaman luar biasa. Gonzales tidak suka lama-lama menahan bola. Tapi, dia merupakan target man dari umpan-umpan lambung. Dia sangat tangguh saat berduel bola-bola atas," ujar Romualdez beberapa hari lalu.

"Merujuk pada info yang saya dapat, Gonzales merupakan bomber legendaris Liga Indonesia. Dia memiliki talenta komplet saat menembak, menyundul, mengambil posisi, dan memberikan umpan. Dia juga memiliki visi dan misi yang luar biasa. Secara fisik, dia juga sangat kuat," lanjutnya.

"Saya percaya dua bek tengah kami, Aly Borromeo dan Rob Gier, juga tak kalah tangguh, baik saat berduel di udara maupun saat menghalau umpan-umpan datar. Mereka siap mematikan pergerakan El Loco," tuntas Romoualdez.

Meski sudah memperingatkan timnya, nyatanya El Loco tetap saja lolos dari kepungan bek Filipina. Dengan insting yang luar biasa, ia berhasil menanduk bola hasil umpan jauh Firman Utina menjadi gol. Pemain berdarah Uruguay ini pun langsung mendedikasikan golnya untuk seluruh rakyat Indonesia.

"Aku senang mencetak gol. Gol ini untuk semua masyarakat Indonesia. Selain itu, aku juga persembahkan gol ini untuk Ronald Fagundes. Kemenangan ini membuat peluang kami ke final lebih dari 50 persen. Doakan saja kami lolos ke final," tukas Gonzales setelah pertandingan.

Di leg kedua, Minggu (19/12/2010), sudah pasti El Loco akan mendapat pengawalan lebih ketat. Namun, mampukah Filipina mematikannya? Terlalu terkonsentrasi kepada Gonzales justru akan memberi kesempatan pemain Indonesia lain untuk mencetak gol. Tapi, tanpa mengepungnya juga akan berbahaya.

Buah simalakama buat Filipina.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau