Silat

Pekerjaan Rumah Tunggu Probowo

Kompas.com - 17/12/2010, 06:08 WIB

Jakarta, Kompas - Pekerjaan rumah bagi Prabowo Subianto yang terpilih sebagai Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa sudah menunggu.

Prabowo terpilih jadi Presiden Persilat seusai rapat khusus dengan tiga presiden pencak silat negara pendiri yang berlangsung hari Kamis (16/12) di Jakarta.

Hasil rapat khusus itu kemudian diumumkan dalam forum Kongres Persilat 2010 yang berlangsung di tempat yang sama.

Seperti diketahui, negara pendiri Persilat itu hanya empat, yaitu Brunei, Singapura, Malaysia serta Indonesia. Dan sesuai Kontitusi Persilat, hanya tokoh pencak silat dari negara pendiri saja yang berhak menjadi Presiden Persilat.

Memang hingga penyampaian pertanggungjawaban Eddie M Nalapraya sebagai Presiden Persilat 2004-2010, bahkan hingga usai pandangan umum, masih belum ada satu pun tokoh yang muncul sebagai calon.

Baru setelah istirahat, Prabowo (Ketua Umum PB IPSI) berikut Abdullah Shaffiee Modh Sidik (Presiden Persisi, Singapura), Pangeran Mohammad bin HJ Ludin (Presiden Persib Brunei Darussalam), dan YAB Dato Seri Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam (Presiden Pesaka Malaysia) melakukan rapat khusus.

Selesai rapat khusus itulah di umumkan bahwa pertemuan dengan pendiri telah menetapkan Prabowo sebagai Presiden Persilat periode 2010-2014.

Melanjutkan

Eddie, yang juga menjadi salah satu tokoh pendiri Persilat, berharap dengan terpilihnya Prabowo, Persilat akan bisa lebih cepat berlari menggapai asa yang pernah ditetapkan.

”Tentu dengan Prabowo yang menjadi Presiden Persilat, saya berharap asa untuk menjadikan pencak silat sebagai cabang bela diri yang bisa dipertandingkan di Asian Games, bahkan hingga ke olimpiade, bisa segera terwujud,” pinta Eddie.

Yang tidak kalah pentingnya, tambah Eddie, segera diwujudkannya hak suara untuk memilih Presiden Persilat bagi anggota Persilat yang saat ini sudah mencapai 38 negara.

Di bawah kepemimpinan Prabowo, yang termasuk salah satu orang terkaya di Indonesia, diharapkan ke depan anggota Persilat terus bertambah. Penambahan anggota memperlihatkan bahwa pencak silat terus berkembang ke penjuru dunia. (NIC)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau