Produksi Ikan Meningkat

Kompas.com - 17/12/2010, 06:18 WIB

Indramayu, Kompas - Hasil tangkap ikan laut di Indramayu selama 2010 meningkat 9,5 persen dibandingkan dengan realisasi tahun 2009. Penambahan armada tangkap dan tidak adanya masa paceklik pada Januari-November mengakibatkan hasil tangkap ikan per bulan 2.920 ton.

Kepala Bidang Kelautan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu Tony Hermanto, Kamis (16/12), mengatakan, produksi ikan tangkap sampai bulan November sudah mencapai 32.136 ton. Jumlah tersebut melebihi realisasi tangkap ikan laut selama 2009 yang hanya 29.325 ton. Diprediksi, target tangkapan 35.129 ton tercapai.

Produksi terbanyak terjadi bulan Juni, yakni mencapai 3.456 ton, sedangkan yang terendah pada bulan September yang hanya 1.958 ton. ”Optimistis, selama Desember, produksi ikan tangkap mencapai 3.000 ton sehingga produksi ikan tangkap sedikit melebihi target yang dipatok pada awal tahun kemarin meskipun musim angin barat akan sedikit mengganggu,” ujarnya.

Tempat pelelangan ikan (TPI) yang paling banyak menampung hasil ikan tangkap di Indramayu adalah di TPI Karangsong, yakni di KUD Mina Sumitra mencapai 15.409 ton dan di TPI Eretan Kulon, yaitu di KUD Mina Bahari sebanyak 12.966 ton. Nilai transaksi lelang ikan di kedua TPI itu mencapai Rp 194,25 miliar atau sekitar 87 persen dari total lelang ikan di 14 TPI di Indramayu senilai Rp 221,52 milair.

Menurut Manajer TPI Karangsong Rusmadi, ikan tangkap yang dilelang di tempatnya terus meningkat. Walaupun cuaca buruk terjadi sepanjang tahun, tangkapan ikan nelayan di Karangsong malah bertambah. Sampai akhir November, ikan yang dilelang sebanyak 15.400 ton. Jumlah tersebut lebih banyak 9 persen daripada realisasi lelang tahun 2009 sebanyak 14.126 ton.

Kondisi ini memang tidak terjadi setiap tahun sebab pada pertengahan tahun, tangkapan nelayan Karangsong malah lebih bagus ketimbang bulan yang lain. Biasanya, sekitar Mei-Juli, di salah satu bulannya, hasil tangkap nelayan pasti di bawah 900 ton. Namun, tahun ini, pada periode yang sama, hasil tangkap malah di atas 1.000 ton. Penurunan hasil tangkap hanya terjadi bulan September oleh karena bulan puasa dan Lebaran.

”Tahun ini, selama Januari-November, tidak terjadi paceklik. Produksi ikan stabil. Jadi, jumlah ikan yang dilelang juga meningkat. Pendapatan (transaksi lelang) di sini juga melebihi target. Transaksinya sudah mencapai Rp 166 miliar, padahal targetnya Rp 160 miliar,” katanya.

Penambahan armada

Penambahan jumlah kapal tangkap di TPI Karangsong juga memicu hasil tangkap ikan bertambah. Tahun lalu hanya 300 kapal besar yang melelang ikan di TPI Karangsong, tetapi tahun ini sebanyak 350 unit kapal. Itu belum termasuk kapal-kapal kecil yang jumlahnya ribuan unit. Selain itu, harga ikan tahun ini yang relatif stabil, bahkan lebih tinggi dari tahun 2009, juga membuat nelayan bersemangat mencari ikan.

Tony mengatakan, penambahan alat tangkap ikan, seperti jaring milenium oleh sejumlah nelayan di Karangsong dan jaring cumi oleh nelayan-nelayan kecil di daerah Tegalagung, Kecamatan Juntinyuat, memicu penambahan produksi ikan tangkap tahun ini. Mulai banyak nelayan yang menerapkan sistem kombinasi jaring tangkap (combine fishing) menjadikan nelayan tidak menganggur. (THT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau