Kepala Bidang Kelautan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu Tony Hermanto, Kamis (16/12), mengatakan, produksi ikan tangkap sampai bulan November sudah mencapai 32.136 ton. Jumlah tersebut melebihi realisasi tangkap ikan laut selama 2009 yang hanya 29.325 ton. Diprediksi, target tangkapan 35.129 ton tercapai.
Produksi terbanyak terjadi bulan Juni, yakni mencapai 3.456 ton, sedangkan yang terendah pada bulan September yang hanya 1.958 ton. ”Optimistis, selama Desember, produksi ikan tangkap mencapai 3.000 ton sehingga produksi ikan tangkap sedikit melebihi target yang dipatok pada awal tahun kemarin meskipun musim angin barat akan sedikit mengganggu,” ujarnya.
Tempat pelelangan ikan (TPI) yang paling banyak menampung hasil ikan tangkap di Indramayu adalah di TPI Karangsong, yakni di KUD Mina Sumitra mencapai 15.409 ton dan di TPI Eretan Kulon, yaitu di KUD Mina Bahari sebanyak 12.966 ton. Nilai transaksi lelang ikan di kedua TPI itu mencapai Rp 194,25 miliar atau sekitar 87 persen dari total lelang ikan di 14 TPI di Indramayu senilai Rp 221,52 milair.
Menurut Manajer TPI Karangsong Rusmadi, ikan tangkap yang dilelang di tempatnya terus meningkat. Walaupun cuaca buruk terjadi sepanjang tahun, tangkapan ikan nelayan di Karangsong malah bertambah. Sampai akhir November, ikan yang dilelang sebanyak 15.400 ton. Jumlah tersebut lebih banyak 9 persen daripada realisasi lelang tahun 2009 sebanyak 14.126 ton.
Kondisi ini memang tidak terjadi setiap tahun sebab pada pertengahan tahun, tangkapan nelayan Karangsong malah lebih bagus ketimbang bulan yang lain. Biasanya, sekitar Mei-Juli, di salah satu bulannya, hasil tangkap nelayan pasti di bawah 900 ton. Namun, tahun ini, pada periode yang sama, hasil tangkap malah di atas 1.000 ton. Penurunan hasil tangkap hanya terjadi bulan September oleh karena bulan puasa dan Lebaran.
”Tahun ini, selama Januari-November, tidak terjadi paceklik. Produksi ikan stabil. Jadi, jumlah ikan yang dilelang juga meningkat. Pendapatan (transaksi lelang) di sini juga melebihi target. Transaksinya sudah mencapai Rp 166 miliar, padahal
Penambahan jumlah kapal tangkap di TPI Karangsong juga memicu hasil tangkap ikan bertambah. Tahun lalu hanya 300 kapal besar yang melelang ikan di TPI Karangsong, tetapi tahun ini sebanyak 350 unit kapal. Itu belum termasuk kapal-kapal kecil yang jumlahnya ribuan unit. Selain itu, harga ikan tahun ini yang relatif stabil, bahkan lebih tinggi dari tahun 2009, juga membuat nelayan bersemangat mencari ikan.
Tony mengatakan, penambahan alat tangkap ikan, seperti jaring milenium oleh sejumlah nelayan di Karangsong dan jaring cumi oleh nelayan-nelayan kecil di daerah Tegalagung, Kecamatan Juntinyuat, memicu penambahan produksi ikan tangkap tahun ini. Mulai banyak nelayan yang menerapkan sistem kombinasi jaring tangkap (combine fishing) menjadikan nelayan tidak menganggur.