Swasembada daging

Bank Sapi Akan Dibangun di Kaltim

Kompas.com - 17/12/2010, 18:09 WIB

SAMARINDA, KOMPAS.com - Rencana Komite Perdamaian Dunia (The World Peace Committee) untuk membangun Bank Sapi di Provinsi Kaltim 2011 dinilai anggota DPRD Kaltim sebagai langkah positif karena untuk mendukung swasembada daging.

Pernyataan itu disampaikan anggota Komisi II DPRD Kaltim Siti Qomariah saat ditemui di Samarinda, Jumat (17/12/2010).

Dia berharap agar rencana itu bisa terealisasi karena Kaltim memang layak untuk pengembangan peternakan, terutama jenis sapi.

Program itu merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, maka Kaltim harus menjadi pilot project bagi pengembangan program dunia tersebut.

Apalagi, Kaltim memiliki lahan luas dan cukup subur untuk pengembangan, serta didukung potensi alam yang baik sehingga menjadi modal dasar untuk program pengembangan peternakan.

Bank sapi sangat penting dipenuhi kebutuhan daging sapi di Kaltim, apalagi hingga saat ini kebutuhan daging sapi untuk masyarakat setempat masih didatangkan dari sejumlah daerah, bahkan dari luar negeri.

Guna mencapai hal itu, maka perlu dilakukan terobosan sistem peternakan sapi yang melibatkan banyak pihak sehingga banyak elemen yang bisa meresakan dampak positif atas adanyaa bank sapi tersebut.

Pemprov Kaltim juga diminta menyediakan sarana dan prasarana terkait rencana ini agar cepat terealisasi.

Misalnya menyediakan tempat pemotongan hewan yang Islami yang dilakukan dengan higienis dan halal karena sebagian masyarakat Indonesia termasuk di Kaltim adalah Muslim.

Pembangunan bank sapi ini akan dibiayai dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) oleh berbagai perusahaan besar dan badan usaha milik negara maupun daerah (BUMN/BUMD) yang beroperasi di Kaltim.

Dana disalurkan melalui Koperasi Nusantara Damai Kaltim, untuk selanjutnya akan dibelanjakan sapi yang pememliharaannya diserahkan secara plasma (petani dan peternak).

Untuk tahap awal, diperkirakan akan didatangkan sapi sebanyak seribu ekor guna dikembangkan menjadi sapi bibit (pembibitan) maupun sapi potong.

Pembentukan bank sapi ini merupakan perwujudan kesepakatan bersama Pemprov Kaltim dengan Komite Perdamaian Dunia yang dilakukan Gubernur Kaltim dan Presiden Komite Perdamaian Dunia pada 12 Maret 2010 tentang Pengembangan Peternakan Sapi Terpadu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau