Pelecehan seks

Dimesumi, Hamil, Melahirkan di Sekolahan

Kompas.com - 17/12/2010, 19:21 WIB

MADIUN, KOMPAS.com - Polres Madiun mulai menyelidiki Bunga, nama samaran, siswi kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran, SMK Negeri 2 Madiun yang melahirkan di dalam ruang UKS pada Kamis.

"Kasus ini sudah ditangani Polres Madiun Kota. Poin yang akan kami usut adalah perilaku persetubuhan Bungan dengan kekasihnya hingga melahirkan di sekolah. Polisi sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan pacarnya dan TKP persetubuhan," ujar Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Eko Rudianto, Jumat (17/12/2010).

Kasus ini langsung ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Madiun Kota, karena Bunga dan E, pacar putri tunggal pasangan Yatimin dan Lasmi ini, masih di bawah umur. Diduga, E menjadi ayah bayi, yang akhirnya meninggal pada Jumat pagi.

"Kasus ini ditangani oleh Unit PPA Polres Madiun Kota, karena dua orang yang terindikasi terlibat masih di bawah umur," tutur Eko.

Jambi, paman Bunga mengatakan, saat ini Bunga dirawat di Puskesmas Banjarejo, Taman, Madiun, akibat melahirkan bayi tanpa pertolongan medis. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti kondisinya.

"Mungkin Bunga belum tahu jika anaknya sudah meninggal dunia dan sudah dimakamkan, karena hal tersebut bisa berpengaruh pada kondisi kesehatannya," tutur Jambi.

Jambi menjelaskan, saat ini pihak keluarga besar Bunga masih berusaha mencari E, untuk dimintai pertanggungjawaban.

Keluarga Bunga mengaku sudah mendatangi rumah E, yang merupakan siswa SMA Negeri 1 Nglames, Madiun, namun yang bersangkutan tidak ada di rumah.

"Semalam sudah ada perwakilan keluarga yang datang ke rumah E dan memberitahukan, Bunga telah melahirkan bayi, anak E, tapi sampai saat ini tidak ada satu pun keluarga E yang datang ke rumah," ujar Jambi.

Yang membuat keluarga Bunga semakin geram, E telah menghilang dari Madiun sejak beberapa hari terakhir, bahkan saat dicari ke rumah maupun sekolah, E tidak ditemukan.

Bunga sempat membuat geger para guru dan siswa di SMK Negeri 2 Kota Madiun dengan melahirkan seorang bayi perempuan di ruang UKS.

Sebelumnya, Bunga mengeluh sakit perut ke gurunya seusai mengikuti ujian semester. Oleh gurunya, ia akhirnya disuruh ke ruang UKS untuk berobat hingga akhirnya melahirkan.

Saat ini, Bunga masih dirawat di Puskesmas Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Sementara bayi yang dilahirkan dengan berat badan kurang dari 700 gram itu akhirnya meninggal, setelah sempat dirawat di ruang Ferinatologi RSUD dr Soedono Kota Madiun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau