Piala aff

Riedl: Indonesia Bukan Tim Bertahan

Kompas.com - 17/12/2010, 19:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Timnas Indonesia akan menerapkan strategi menyerang saat melawan Filipina. Dengan begitu, pasukan "Merah Putih" diharapkan bisa kembali memetik kemenangan pada semifinal leg kedua Piala AFF 2010, Minggu (19/12/2010).

Firman Utina dan kawan-kawan sukses mengalahkan Filipina 1-0, Kamis (16/12/2010) malam. Kemenangan itu dipersembahkan oleh Christian Gonzales lewat gol yang dia ciptakan pada menit ke-31.

Ini membuat Indonesia hanya perlu hasil imbang ketika memainkan leg kedua di kandang. Namun, pelatih Alfred Riedl berkata lain. Mantan pelatih Laos itu menginginkan timnya kembali meraih kemenangan dan tidak akan bermain bertahan.

"Saya belum tahu skema tim karena masih ada satu hari lagi untuk memutuskannya. Kami enggak akan bertahan. Kami sudah memainkan dengan pola itu ketika melawan Thailand dan hasilnya tidak bagus. Kami bukan tim bertahan. Kami lebih baik bermain terbuka dan menyerang," ungkap Riedl seusai memimpin sesi latihan tim di Lapangan C, Jumat (17/12/2010).

Sayangnya, persiapan tim sedikit terkendala. Beberapa pemain seperti Firman Utina dan Irfan Bachdim mengalami cedera seusai pertandingan kemarin. "Firman mengalami cedera selangkangan dan Irfan terkena cedera lutut. Kita akan lihat perkembangan besok," beber Riedl. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau