Dugaan suap di mk

Refly: Tetap Bentuk MKH!

Kompas.com - 18/12/2010, 14:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sikap hakim konstitusi Arsyad Sanusi yang mengajukan surat pengunduran diri dari Mahkamah Konstitusi atau MK terus menuai kontroversi.

Apakah benar hal itu bersifat janggal? Pasalnya, pada saat yang bersamaan, panel etik hakim konstitusi telah terbentuk dan siap memeriksa seluruh keluarga Arsyad dalam kaitannya dengan kasus suap Pilkada Kabupaten Bengkulu Selatan.

Hal itu kemudian menimbulkan kecurigaan apa upaya tersebut sengaja dilakukan guna mencari simpati agar tidak diperiksa Majelis Kehormatan Hakim (MKH). Ketua Tim Investigasi dugaan makelar kasus Mahkamah Konstitusi, Refly Harun, mengatakan, fakta tersebut bukan menjadi urusannya.

"It's not my business," ujarnya singkat saat ditemui di Jakarta, Sabtu (18/12/2010).

Kendati demikian, Refly tetap ingin agar MKH tetap dibentuk dan konfrontasi antara seluruh keluarga hakim Arsyad dan Dirwan Mahmud tetap dilakukan.

"Menurut saya, tetap dibentuk MKH untuk konfrontir, klarifikasi isu dugaan keterlibatan keluarga hakim Arsyad," jelasnya.

Pembentukan MKH juga dibuat untuk semua kasus, baik pilkada Simalungun maupun Bengkulu Selatan. "Tentu tidak hanya kasus Arsyad, tapi kasus lain atas laporan tim," tandasnya.

Sebelumnya, pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Saldi Isra, meragukan pernyataan dari hakim konstitusi Arsyad Sanusi terkait pengajuan pengunduran dirinya. Ia khawatir cara tersebut dipakai untuk mengambil simpati dewan majelis kehormatan. (Tribunnews/Willy Widianto)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau