Indonesia membawa bekal keunggulan 1-0 atas Filipina menghadapi laga kedua. Asisten pelatih tim Merah Putih Wolfgang Pikal mengatakan, kondisi kedua pemain itu masih belum sepenuhnya pulih dari cedera. ”Kami ingin menurunkan tim yang sama, tetapi Utina dan Bachdim belum 100 persen fit,” ujarnya.
Namun, keduanya masih memiliki waktu 30 jam agar bisa fit. Fisioterapis harus bekerja keras guna membantu keduanya bisa fit. ”Head coach bakal memutuskan besok (hari ini),” kata Pikal dalam jumpa pers.
Selain kedua pemain itu, semua pemain Indonesia lain dalam kondisi fit dan siap diturunkan. Jika Firman dan Bachdim absen, Pelatih Alfred Riedl kemungkinan bakal memasang Eka Ramdani di lini tengah berpasangan dengan Ahmad Bustomi, sementara Bambang Pamungkas mendampingi Christian Gonzales.
Bek kiri M Nasuha yang mengalami luka robek di kepala akibat benturan bisa diturunkan. Kondisi Oktovianus Maniani juga membaik sehingga bisa menjadi starter.
Pikal kembali menegaskan, Indonesia harus hati-hati karena Filipina adalah tim yang sangat bagus. ”Filipina adalah tim terbagus dan tim yang paling sulit kami hadapi sejauh ini. Pada dasarnya mereka adalah tim Eropa. Pemain mereka banyak yang lebih tinggi 10 sentimeter atau lebih berat 10 kilogram dibandingkan pemain kami. Pemain mereka sangat sulit dihadapi,” ujarnya.
Lebih lanjut Pikal mengatakan, para pemain harus berkonsentrasi sepanjang laga dan tidak melakukan kesalahan seperti pada laga pertama. Pada laga pertama, kesalahan lini belakang hampir membuat Indonesia kebobolan saat kiper Markus Haris Maulana bertabrakan dengan bek Maman Abdurrahman saat berusaha menjangkau bola.
Akibatnya, bola terlepas dan ditendang oleh Phil Younghusband ke arah gawang. Untungnya masih ada Zulkifli Sukur yang mampu menyelamatkan gawang, menghalau bola dengan sebuah sundulan di garis gawang. ”Pemain tahu, ini belum selesai. Kami sudah bicara dengan para pemain agar kesalahan itu tidak terjadi lagi,” ujar Pikal.
Soal strategi, Pikal menegaskan pernyataan Riedl bahwa Indonesia bukan tim yang berkarakter bertahan. Indonesia juga sudah bersiap seandainya pertandingan harus diakhiri dengan adu penalti. ”Kami sudah menyiapkan lima penendang pertama, tetapi kami tidak ingin pertandingan ini berakhir dengan adu penalti. Kami ingin menang dalam 90 menit,” ujarnya.
Mengenai strategi Filipina, mereka diperkirakan bakal tampil lebih menyerang untuk mengejar defisit satu gol. ”Kami tidak tahu apakah mereka bakal mulai menyerang sejak awal, mulai babak kedua, atau 30 menit terakhir pertandingan, tetapi mereka pasti bakal tampil lebih menyerang untuk mengejar gol,” ungkap Pikal.
Pelatih Filipina Simon McMenemy membenarkan, timnya mau tidak mau harus bermain lebih terbuka dan menyerang untuk mengejar gol. Meski demikian, mereka tidak mau gegabah. ”Kami pasti akan bermain lebih terbuka, lebih menyerang, tetapi kami harus tetap bermain ketat karena kami tahu Indonesia sangat bagus saat menyerang. Mereka terbukti bisa mencetak gol sangat banyak,” ujar pelatih asal Inggris itu yang menambahkan, tidak ada masalah cedera di skuadnya sehingga semua pemain siap untuk bermain.
Saat latihan di Lapangan C Senayan, timnas Filipina memainkan latih tanding. Mereka menjalankan skenario lebih menyerang, seperti janji Pelatih Simon McMenemy, dengan mendorong bek kiri Ray Jonsson maju membantu serangan.
Ray Jonsson, yang pada leg pertama dipasang lebih disiplin bertahan, dalam sesi latihan memainkan peran sebagai pembawa bola ke depan melalui sisi lapangan yang semula menjadi tugas pemain sayap James Younghusband.
Dengan mengaktifkan bek kiri membantu serangan, posisi James didorong lebih ke dalam berada di belakang duet penyerang Phil Younghusband dan Ian Araneta. Pola menyerang ini
McMenemy sepertinya tidak mengutak-atik sisi kanan pertahanan yang dijaga Anton del Rosario. Bek jangkung ini dituntut disiplin menjaga pertahanan