30 Jam untuk Firman dan Irfan

Kompas.com - 19/12/2010, 03:29 WIB

Jakarta, Kompas - Kapten tim nasional Indonesia Firman Utina dan striker Irfan Bachdim memiliki waktu 30 jam untuk bisa fit sehingga bisa tampil pada laga leg kedua semifinal Piala Suzuki AFF 2010 melawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (19/12) ini.

Indonesia membawa bekal keunggulan 1-0 atas Filipina menghadapi laga kedua. Asisten pelatih tim Merah Putih Wolfgang Pikal mengatakan, kondisi kedua pemain itu masih belum sepenuhnya pulih dari cedera. ”Kami ingin menurunkan tim yang sama, tetapi Utina dan Bachdim belum 100 persen fit,” ujarnya.

Namun, keduanya masih memiliki waktu 30 jam agar bisa fit. Fisioterapis harus bekerja keras guna membantu keduanya bisa fit. ”Head coach bakal memutuskan besok (hari ini),” kata Pikal dalam jumpa pers.

Selain kedua pemain itu, semua pemain Indonesia lain dalam kondisi fit dan siap diturunkan. Jika Firman dan Bachdim absen, Pelatih Alfred Riedl kemungkinan bakal memasang Eka Ramdani di lini tengah berpasangan dengan Ahmad Bustomi, sementara Bambang Pamungkas mendampingi Christian Gonzales.

Bek kiri M Nasuha yang mengalami luka robek di kepala akibat benturan bisa diturunkan. Kondisi Oktovianus Maniani juga membaik sehingga bisa menjadi starter.

Pikal kembali menegaskan, Indonesia harus hati-hati karena Filipina adalah tim yang sangat bagus. ”Filipina adalah tim terbagus dan tim yang paling sulit kami hadapi sejauh ini. Pada dasarnya mereka adalah tim Eropa. Pemain mereka banyak yang lebih tinggi 10 sentimeter atau lebih berat 10 kilogram dibandingkan pemain kami. Pemain mereka sangat sulit dihadapi,” ujarnya.

Konsentrasi

Lebih lanjut Pikal mengatakan, para pemain harus berkonsentrasi sepanjang laga dan tidak melakukan kesalahan seperti pada laga pertama. Pada laga pertama, kesalahan lini belakang hampir membuat Indonesia kebobolan saat kiper Markus Haris Maulana bertabrakan dengan bek Maman Abdurrahman saat berusaha menjangkau bola.

Akibatnya, bola terlepas dan ditendang oleh Phil Younghusband ke arah gawang. Untungnya masih ada Zulkifli Sukur yang mampu menyelamatkan gawang, menghalau bola dengan sebuah sundulan di garis gawang. ”Pemain tahu, ini belum selesai. Kami sudah bicara dengan para pemain agar kesalahan itu tidak terjadi lagi,” ujar Pikal.

Soal strategi, Pikal menegaskan pernyataan Riedl bahwa Indonesia bukan tim yang berkarakter bertahan. Indonesia juga sudah bersiap seandainya pertandingan harus diakhiri dengan adu penalti. ”Kami sudah menyiapkan lima penendang pertama, tetapi kami tidak ingin pertandingan ini berakhir dengan adu penalti. Kami ingin menang dalam 90 menit,” ujarnya.

Mengenai strategi Filipina, mereka diperkirakan bakal tampil lebih menyerang untuk mengejar defisit satu gol. ”Kami tidak tahu apakah mereka bakal mulai menyerang sejak awal, mulai babak kedua, atau 30 menit terakhir pertandingan, tetapi mereka pasti bakal tampil lebih menyerang untuk mengejar gol,” ungkap Pikal.

Lebih menyerang

Pelatih Filipina Simon McMenemy membenarkan, timnya mau tidak mau harus bermain lebih terbuka dan menyerang untuk mengejar gol. Meski demikian, mereka tidak mau gegabah. ”Kami pasti akan bermain lebih terbuka, lebih menyerang, tetapi kami harus tetap bermain ketat karena kami tahu Indonesia sangat bagus saat menyerang. Mereka terbukti bisa mencetak gol sangat banyak,” ujar pelatih asal Inggris itu yang menambahkan, tidak ada masalah cedera di skuadnya sehingga semua pemain siap untuk bermain.

Saat latihan di Lapangan C Senayan, timnas Filipina memainkan latih tanding. Mereka menjalankan skenario lebih menyerang, seperti janji Pelatih Simon McMenemy, dengan mendorong bek kiri Ray Jonsson maju membantu serangan.

Ray Jonsson, yang pada leg pertama dipasang lebih disiplin bertahan, dalam sesi latihan memainkan peran sebagai pembawa bola ke depan melalui sisi lapangan yang semula menjadi tugas pemain sayap James Younghusband.

Dengan mengaktifkan bek kiri membantu serangan, posisi James didorong lebih ke dalam berada di belakang duet penyerang Phil Younghusband dan Ian Araneta. Pola menyerang ini sempat dimainkan pada awal babak kedua Filipina melawan Indonesia. Akibatnya, tekanan ke lini pertahanan Indonesia semakin besar dan aliran bola beberapa kali mengancam gawang Markus Haris Maulana.

McMenemy sepertinya tidak mengutak-atik sisi kanan pertahanan yang dijaga Anton del Rosario. Bek jangkung ini dituntut disiplin menjaga pertahanan karena harus menutup Oktovianus Maniani yang agresif menyerang. (ang/ray)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau