Aff 2010

Inilah Strategi Filipina Lawan Indonesia

Kompas.com - 19/12/2010, 14:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa jam lagi partai penentuan Indonesia lawan Filipina akan digelar. Pertandingan kali ini merupakan ajang hidup-mati bagi keduanya, terutama bagi tim Filipina yang harus mengandaskan perjuangan tim tuan rumah apabila ingin melaju ke babak Final Piala AFF 2010.

Kemenangan, diakui pelatih Filipina, Simon McMenemy, adalah harga mutlak bagi timnya. Ia pun menyiapkan strategi khusus untuk menahan laju Okto Maniani dan kawan-kawan. "Pada pertandingan sebelumnya, kami melakukan kesalahan, tapi itu bukan masalah. Kami buat santai dan tidak terbebani. Strategi masih sama aja," ujar McMenemy, Minggu (19/12/2010), saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta.

Ia menyatakan, timnya akan bermain menyerang. Namun, alur serangan Filipina tidak akan dibangun dari menit awal. "Kami harus bersabar jangan sampai peluang terbuang percuma. Kami tidak akan menyerang dari menit pertama," ungkap pelatih asal Inggris ini.

Pada menit-menit awal, Filipina akan menyerang apabila Indonesia berhasil mencetak gol terlebih dulu. "Babak pertama, kami harus ambil alih permainan, sejauh kami bisa. Kami akan bermain dengan karakter kami yang rapat dan disiplin. Kalau kami bisa bermain dengan itu, maka kemenangan bisa tercapai," ungkap McMenemy.

Striker timnas Filipina, Phil Younghusband, juga mengakui bahwa timnya tidak akan gegabah dengan mendobrak pertahanan Indonesia sejak peluit ditiupkan. "Kemungkinan 20 menit pertama kami akan bertahan sambil cari-cari peluang. Kalau kondisi masih 0-0 sampai babak pertama usai, kami kemungkinan akan ambil alih pertandingan karena harus mencetak gol. Strateginya bisa saja dengan pergantian pemain tengah," ungkap pemain berusia 23 tahun jebolan dari akademi sepak bola Chelsea ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau