Seorang Pria Jatuh dari Lantai 5 FX

Kompas.com - 19/12/2010, 16:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang pria yang belum diketahui namanya terjatuh dari lantai 5 FX Plaza, Senayan, Jakarta. Pria yang diperkirakan berumur 40 tahun itu diduga melakukan bunuh diri. Tak jelas apa motifnya.

"Tiba-tiba tadi saya dengar bunyi benda jatuh 'boom'. Kencang banget. Pas saya lihat, ada bapak-bapak jatuh dan enggak bergerak lagi," ucap Anna, salah seorang penjual yang menjadi saksi mata kejadian tersebut, Minggu (19/12/2010), saat ditemui di FX Plaza, Jakarta.

Menurutnya, kejadian berlangsung cepat dan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. "Dia jatuh dari lantai 5. Teman saya yang lihat sendiri kejadian dia loncat dari lantai. Pokoknya pas saya lihat, udah jatuh dan berlumuran darah," ucap Anna yang mengaku tidak bisa makan seusai menyaksikan langsung peristiwa itu.

"Tidak ada teriakan atau apa pun. Tidak ada yang sadar dia akan terjun. Semua orang histeris pas dia udah jatuh di lantai 3," Anna melanjutkan.

Ia mengidentifikasikan bahwa pria tersebut berumur sekitar 40 tahun dan berkulit putih kekuningan. "Dia seperti orang Chinese, tapi enggak jelas juga karena kepalanya sudah darah semua. Dia terlihat seperti dari keluarga berada, bersih," ucap Anna.

Pada saat jatuh, posisi orang tak dikenal tersebut menyamping, dengan kepala bagian kanan terjatuh terlebih dahulu. Pendarahan pun terjadi akibat benturan keras dari bagian kanan kepala yang terbentur lantai plaza. "Abis itu enggak ada siapa pun yang teriak, seperti keluarganya. Dia terjun pun sendirian," ucap Anna.

Setelah kejadian ini, diakui Anna, petugas keamanan langsung datang dari lantai 2 dan membuat garis untuk membatasi jalan pengunjung. Setelah tubuh korban diangkat pihak keamanan, petugas kebersihan langsung membereskan cipratan darah yang sebelumnya menempel di dekat perosotan lantai 3.

Sejauh ini, baik pihak manajemen maupun sekuriti FX masih belum bisa dimintai keterangan. "Orangnya sedang pergi dan sekuritinya yang tahu juga tidak ada," ucap salah seorang petugas FX.

Namun, karyawan ini mengakui bahwa memang benar telah terjadi insiden itu. "Benar, tapi saya tidak tahu orangnya masih hidup atau tidak. Kronologinya yang tahu atasan saya, tapi dia sedang pergi," ungkap karyawan yang enggan disebut namanya itu.

Situasi di dalam FX pun tampak normal seolah-olah tidak ada kejadian bunuh diri sebelumnya. Lantai tiga tempat pria tak dikenal tersebut tergeletak juga sudah tampak bersih dari lumuran darah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau