Kasus wartawan tewas

Alfrets Sempat Cekcok dengan Petugas

Kompas.com - 19/12/2010, 21:49 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Wartawan Tabloid Pelangi, Alfrets Mirulewan (28), yang ditemukan tewas di perairan di dekat Dermaga Pantai Nama, Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, sempat cekcok dengan petugas kesatuan penjaga laut dan pantai (KPLP) di Kisar.

Kepala Kepolisian Resor Maluku Tenggara Barat Aris Budiarsa yang dihubungi dari Ambon, Minggu (19/12/2010), mengatakan hal ini berdasarkan penyelidikan terhadap hasil percakapan Alfrets di telepon genggam Alfrets. Petugas KPLP itu sudah diperiksa oleh polisi.

Namun adu mulut karena masalah apa, Aris tidak menyebutkannya. Dia hanya menyebutkan kalau petugas KPLP tersebut mengatakan saat itu Alfrets dalam kondisi mabuk.

"Saya tidak ingin berprasangka buruk setelah melihat kondisi Alfrets tersebut. Oleh karena itu, saya masih terus melakukan penyelidikan untuk ungkap kematian Alfrets," tambahnya. Hingga kemarin, Kepolisian Sektor Pulau-pulau Terselatan di Pulau Kisar telah memeriksa 17 orang.

Namun Leksi Kikilay, teman Alfrets yang sempat bersama Alfrets pada Rabu (15/12/2010) dini hari atau sebelum Alfrets menghilang, tidak melihat Alfrets dalam kondisi mabuk. "Tidak betul kalau Alfrets dikatakan mabuk," tegasnya.

Seperti diberitakan, Alfrets sudah menghilang sejak hari Rabu (15/12/2010). Leksi adalah orang terakhir yang menemui Alfrets pada Rabu dinihari. Alfrets lalu ditemukan sudah tewas dalam kondisi terapung di perairan, di dekat Dermaga Pantai Nama, Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, sekitar pukul 03.00 WIT, Jumat (17/12/2010).

Alfrets meninggalkan seorang istri bernama Linda Sarak dan seorang anak yang masih berusia sembilan bulan, Greani Mirulewan. Menurut Leksi Kikilay, teman korban, sebelum Alfrets menghilang pada Rabu (15/12/2010), Alfrets sempat mengikuti bongkar muat bahan bakar di Dermaga Pantai Nama dan mengikuti pendistribusian bahan bakar itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau