Guru Cabuli Belasan Siswi Saat Kemah

Kompas.com - 20/12/2010, 03:28 WIB

BINTAN, KOMPAS.com - Us, seorang guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, diduga mencabuli murid-muridnya. Us pun ditangkap dan diproses di Polres Bintan, Minggu (19/12/2010).

Informasi yang diterima Tribunnewsbatam.com menyebutkan, Us melakukan pelecehan seksual terhadap belasan muridnya. "Kalau tidak salah ada sekitar 11 hingga 12 murid," sebut sumber Tribun yang minta identitasnya dirahasiakan.

Aksi mesum Us terjadi saat anak kelas 11 di sebuah SMAN di Bintan mengadakan kemah di wilayah Desa Ekang Anculai, sekitar tiga bulan lalu.

Saat itu para murid disuruh berbaris di lapangan, kemudian disuruh membuka pakaian. Alasannya, untuk mengetes keberanian seluruh muridnya, dan dari situlah perbuatan bejat itu dipraktikkan Usman.

"Apakah sampai berhubungan intim, hingga saat ini belum diketahui secara pasti," kata sumber tadi.

Kapolres Bintan AKBP Yohannes Sismardi Widodo yang dikonfirmasi membenarkan hal itu. Dia mengatakan, sedikitnya ada 12 murid SMAN di Bintan yang ke Mapolres dan melaporkan pencabulan oleh guru Bahasa Inggris itu.

"Kejadian itu terjadi antara bulan Juni hingga November lalu, sekitar pukul 01.00 WIB saat para siswi kemping di Desa Ekang Anculai, Keamatan Teluk Sebong," kata Widodo.

Menurut Widodo, modus yang dilakukan pelaku adalah menggunakan hipnotis. Siswi tersebut dipanggil dan diperintah menatap mata pelaku. Kemudian pelaku menyuruh murid tersebut membuka baju, selanjutnya pelaku memegang buah dada dan kemaluan korban. (Hadi Mualana)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau