ungaran, Kompas -
Warga di RW 2 Kelurahan Gedawang, Gunardi, Minggu (19/12), mengatakan, dinding bagian belakang rumahnya retak memanjang 1,5 meter. Kerusakan dinding ini sudah terjadi empat hari lalu.
”Kerusakan dinding rumah ini sudah kami laporkan ke pengurus rukun tetangga. Tapi belum ada respons dari pihak pelaksana proyek jalan tol,” kata Gunardi, yang rumahnya berjarak kurang dari 100 meter dari jalan tol.
Sejumlah warga di Gedawang mengemukakan, kerusakan rumah warga terutama bagian dinding. Rumah warga yang rusak tersebar mulai dari RT 02 sampai RT 06 di Kelurahan Gedawang. Diperkirakan, dinding retak karena pengerjaan proyek tol yang masih belum tuntas, lalu lalang kendaraan truk, juga beroperasinya alat berat yang menambah getaran di permukiman warga.
Hujan yang terus berlangsung terus juga berdampak bagi lingkungan permukiman warga. Beberapa ruas badan jalan tol tidak dilengkapi saluran drainase yang memadai. Akibatnya, aliran air hujan tidak masuk ke saluran dan luber ke jalan, juga ke permukiman warga.
”Kami khawatir, gorong-gorong saluran yang sudah lama tidak dirawat dan dibersihkan bisa menyebabkan saluran tidak berfungsi maksimal. Air hujan bisa luber ke jalan,” kata Mujian, warga di Gedawang.
Atas keluhan warga terkait kerusakan rumah, Sekretaris RW 2 Kelurahan Gedawang, Bunyamin, menjelaskan, warga yang rumahnya rusak di bagian dinding sudah melapor. Hasil pendataan pengurus RW, tak kurang dari 100 rumah milik warga yang rusak di bagian dindingnya.
”Untuk rumah warga yang rusak diberi bantuan oleh pihak pelaksana proyek. Pilihannya, memperbaiki sendiri atau diperbaiki oleh pelaksana proyek. Kalau memperbaiki sendiri, pemilik rumah dibantu 5-10 zak semen per rumah sesuai kondisi kerusakannya,” ujar Bunyamin.
Di samping bantuan perbaikan atas rumah yang rusak, Bunyamin mengatakan, pihak pelaksana proyek masih menjanjikan warga Gedawang, berupa perbaikan jalan kampung yang rusak di sekitar jembatan jalan warga di bawah terowongan tol baru. (WHO)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang