Dampak Proyek Jalan Tol, Ratusan Rumah Retak

Kompas.com - 20/12/2010, 09:48 WIB

ungaran, Kompas - Sedikitnya 100 rumah warga di Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (19/12), dilaporkan rusak. Kerusakan pada dinding, yakni retak-retak memanjang, diduga dampak dari pergerakan lahan kampung itu akibat proyek jalan tol baru Semarang-Ungaran.

Warga di RW 2 Kelurahan Gedawang, Gunardi, Minggu (19/12), mengatakan, dinding bagian belakang rumahnya retak memanjang 1,5 meter. Kerusakan dinding ini sudah terjadi empat hari lalu.

”Kerusakan dinding rumah ini sudah kami laporkan ke pengurus rukun tetangga. Tapi belum ada respons dari pihak pelaksana proyek jalan tol,” kata Gunardi, yang rumahnya berjarak kurang dari 100 meter dari jalan tol.

Sejumlah warga di Gedawang mengemukakan, kerusakan rumah warga terutama bagian dinding. Rumah warga yang rusak tersebar mulai dari RT 02 sampai RT 06 di Kelurahan Gedawang. Diperkirakan, dinding retak karena pengerjaan proyek tol yang masih belum tuntas, lalu lalang kendaraan truk, juga beroperasinya alat berat yang menambah getaran di permukiman warga.

Hujan yang terus berlangsung terus juga berdampak bagi lingkungan permukiman warga. Beberapa ruas badan jalan tol tidak dilengkapi saluran drainase yang memadai. Akibatnya, aliran air hujan tidak masuk ke saluran dan luber ke jalan, juga ke permukiman warga.

”Kami khawatir, gorong-gorong saluran yang sudah lama tidak dirawat dan dibersihkan bisa menyebabkan saluran tidak berfungsi maksimal. Air hujan bisa luber ke jalan,” kata Mujian, warga di Gedawang.

Atas keluhan warga terkait kerusakan rumah, Sekretaris RW 2 Kelurahan Gedawang, Bunyamin, menjelaskan, warga yang rumahnya rusak di bagian dinding sudah melapor. Hasil pendataan pengurus RW, tak kurang dari 100 rumah milik warga yang rusak di bagian dindingnya.

”Untuk rumah warga yang rusak diberi bantuan oleh pihak pelaksana proyek. Pilihannya, memperbaiki sendiri atau diperbaiki oleh pelaksana proyek. Kalau memperbaiki sendiri, pemilik rumah dibantu 5-10 zak semen per rumah sesuai kondisi kerusakannya,” ujar Bunyamin.

Di samping bantuan perbaikan atas rumah yang rusak, Bunyamin mengatakan, pihak pelaksana proyek masih menjanjikan warga Gedawang, berupa perbaikan jalan kampung yang rusak di sekitar jembatan jalan warga di bawah terowongan tol baru. (WHO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau