Aff 2010

Timnas Disuguhi Sate dan Otak-otak

Kompas.com - 20/12/2010, 10:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim nasional Indonesia mendapat suguhan lezat ketika diundang ramah-tamah di rumah Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Senin (20/12/2010). Sebagian besar dari mereka menyantap sate ayam dan otak-otak.

Setelah malam sebelumnya berhasil menaklukkan Filipina di semifinal Piala AFF 2010, rombongan lengkap tim "Garuda" tiba di rumah Ical di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pukul 10.15. Rombongan dipimpin oleh Manajer Timnas Andi Darussalam Tabusalla dan mengenakan kostum warna abu-abu dan hitam.

Begitu memasuki rumah bergaya klasik Eropa tersebut, para pemain langsung bersalaman dengan sejumlah pengurus PSSI dan tuan rumah, antara lain Nirwan Bakrie yang juga Wakil Ketua Umum PSSI dan Ketua Badan Tim Nasional; putra Ical, Ardi Bakrie; dan istrinya, Nia Ramadhani Bakrie.

Setelah berfoto sejenak dengan para hadirin, para pemain langsung menyantap makanan yang disuguhkan. Selain sate dan otak-otak, ada pula bubur ayam dengan jamur, pastel, jajan pasar, serta buah-buahan.

Kiper Markus Harris Maulana menyantap kwetiau yang disajikan di taman belakang rumah. Adapun kiper cadangan Ferry Rotinsulu dan Hamka Hamzah sibuk mengunyah otak-otak. "Hmmm... enak," kata mereka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau