Tiket KA dari Surabaya Tinggal 10 Persen

Kompas.com - 20/12/2010, 10:54 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Animo masyarakat menggunakan jasa transportasi kereta api (KA) sangat tinggi. Menjelang libur Natal 2010 yang bersamaan dengan libur sekolah, tiket KA dari Surabaya menuju sejumlah kota nyaris ludes terjual.

Hingga Minggu (19/12/2010) kemarin, tiket KA untuk kelas eksekutif dan bisnis telah terjual 90 persen. Manajer Humas PT KA Daops VIII Surabaya Sri Winarto mengatakan, tingginya animo masyarakat memesan tiket KA dari calon penumpang terutama untuk perjalanan tanggal 23, 24, dan 26 Desember 2010.

Pada tanggal tersebut, tiket untuk semua jurusan yang berangkat dari Stasiun Pasar Turi (jalur utara) dan Stasiun Gubeng (jalur selatan), mulai Surabaya–Jakarta, Surabaya-Bandung, Surabaya–Jogjakarta, Surabaya– Semarang, hingga Surabaya–Banyuwangi sudah terjual lebih dari 90 persen.

”Makanya untuk calon penumpang yang akan menggunakan jasa kereta api dan berangkat pada tiga tanggal tersebut, segeralah memesan tiketnya,” ujarnya.

Sri Winarto mengaku tidak dapat memastikan kapan tiket KA kelas eksekutif dan bisnis akan terjual habis. Namun melihat tingginya animo masyarakat, bisa saja dalam waktu dua atau tiga hari ke depan sudah ludes terjual semua. “Karena penjualannya bergerak terus. Jika hari ini masih 90 persen, besok bisa 95 bahkan 100 persen terjual,” jelasnya.

Siapkan Cadangan
Mengantisipasi membludaknya penumpang, PT KA Daops VIII Surabaya akan memaksimalkan stanformasi (penarik gerbong) reguler. Selain itu, disiapkan juga kereta cadangan, yakni delapan kereta untuk gerbong eksekutif dan sembilan kereta untuk kelas bisnis.

Dengan begitu, jika hari biasa stanformasi hanya membawa rata-rata enam gerbong kereta, selama angkutan Natal dan Tahun Baru mulai 21 Desember hingga 5 Januari nanti akan dimaksimalkan kemampuannya dengan membawa delapan gerbong kereta. Namun jika penumpang tetap tak tertampung, pihaknya sudah menyiapkan kereta khusus angkutan Natal dan Tahun Baru.

“Tapi berdasar pengalaman tahun sebelumnya, biasanya KA tambahan tidak sampai diturunkan, pemaksimalan rangkaian kereta yang ada sudah cukup,” tukasnya.

Saat ini, setiap harinya jumlah KA kelas eksekutif dan bisnis yang diberangkatkan dari Surabaya mencapai 10 KA. Lima dari stasiun Pasar Turi, tiga dari stasiun Gubeng, dan dua KA campuran (eksekutif dan bisnis).

Sementara itu Humas PT KA Daops VIII Surabaya Catur Herry Winarno menambahkan, selain tiket KA untuk jadwal keberangkatan 23, 24, dan 26 Desember, tiket untuk tanggal 30 dan 31 Desember serta 1 Januari juga sudah mulai dipesan oleh calon penumpang.

Tiket untuk tiga hari tersebut saat ini hanya tersisa 30 sampai 40 persen saja. ”Itu karena pemesanan tiket kereta api saat ini bisa dipesan satu bulan sebelumnya,” imbuhnya.

Dengan tingginya animo masyarakat, selama angkutan Natal dan Tahun Baru, jumlah penumpang kereta, kata Herry diperkirakan naik antara 2 persen – 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Mengenai tarif, selama 14 hari waktu angkutan Natal dan Tahun Baru PT KA dipastikan akan memberlakukan tarif batas atas (TBA). Ini berarti, jika tarif kereta eksekutif jurusan Surabaya-Jakarta yang pada hari biasa harganya Rp 280.000, selama angkutan natal dan tahun baru akan menggunakan TBA, yakni Rp 400.000. Sedangkan tiket kelas ekonomi dipastikan tidak akan mengalami kenaikan harga.

Sementara itu, menyikapi angkutan Natal dan Tahun Baru yang bersamaan dengan musim hujan dengan kondisi cuaca cuaca yang tidak menentu, PT KA Daops VIII minta masinis dan masyarakat waspada terhadap titik-titik yang rawan banjir dan tanah longsor.

Kewaspadaan harus ditingkatkan ketika melewati wilayah Surabaya, khususnya di titik Tandes, Kandangan, dan Benowo. Sementara rawan longsor terbentang antara Kepanjen Malang hingga Wlingi Blitar. (Mujib Anwar)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau