Kurikulum

BMKG Gagas Kurikulum Perubahan Iklim

Kompas.com - 20/12/2010, 11:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Persoalan banjir yang menjadi masalah utama Provinsi DKI Jakarta menginspirasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk membuat modul kurikulum perubahan iklim bagi siswa-siswi SD, SMP, SMA ,dan SMK di DKI Jakarta. Rencananya, modul kurikulum tersebut akan diterapkan pada pertengahan tahun depan.

Demikian diungkapkan Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG Edwin Aldrian, Minggu (19/12/2010), di sela-sela acara Ajang Kreasi ”Gaya Hidup Tanpa Banjir” di Taman Seni Ancol, Jakarta Utara.

”Kurikulum ini akan dimasukkan dalam muatan lokal. Diharapkan, pendidikan tentang perubahan iklim bisa membangun kesadaran publik tentang pentingnya antisipasi perubahan iklim, termasuk banjir,” ujarnya.

Menurut Edwin, selain diterapkan di Jakarta, modul kurikulum perubahan iklim juga akan diterapkan di empat provinsi lain, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tenggara. Rencananya, modul ini akan dikemas dan disesuaikan dengan kearifan lokal setiap daerah.

”Penyusunan modul kurikulum perubahan iklim kami targetkan selesai pertengahan tahun dan bisa dipraktikkan sekitar bulan Juni 2011,” kata Edwin.

Sementara itu, Wakil Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Agus Rochiyardi mengatakan, sejak tahun 2007 hingga 2010, PT Pembangunan Jaya Ancol bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat juga melakukan sosialisasi tentang antisipasi fenomena perubahan iklim. Kegiatan ini dikemas dalam acara ”Teens Go Green”.

”Para pelajar kami ajak untuk belajar melakukan konservasi alam secara sukarela. Kami berharap mereka bisa menjadi agen perubahan di keluarga dan sekolah,” kata Agus. (ABK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau