Kim: Jadi WNI, Itu Impian Besarku

Kompas.com - 20/12/2010, 21:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kim Jeffrey Kurniawan (20) ternyata belum tahu bahwa dirinya sudah jadi warga negara Indonesia sejak 6 Desember 2010 lalu. Kim mengaku baru mengetahuinya beberapa saat sebelum mengikuti konferensi pers.

"Saya baru kemarin datang ke Indonesia. Lalu, beberapa jam yang lalu, saya dikabari jadi WNI. Saya juga baru tahu kalau sudah jadi WNI tanggal 6 kemarin," kata Kim, pemain keturunan Indonesia, kepada sejumlah wartawan dalam siaran pers PSSI, di Jakarta, Senin (20/12/2010).

Menurut Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Iman Arif, Kim memang benar bersikap dan mengemukakan hal tersebut. "Dia baru tahu ada dokumen resmi dua jam yang lalu (sekitar pukul 14.30 WIB)," ujarnya.

Secara pribadi, Kim yang punya tinggi 167 cm itu merasa bangga dengan dirinya dipastikan jadi seorang WNI. "Saya merasa bangga. Jadi WNI itu impian besarku," papar putra pasangan Uschi-Petrus Kurniawan ini.

Seperti halnya keinginan kedua orangtua dan kakeknya, Tan, yang mantan pemain UMS, Kim ingin memperkuat timnas Indonesia seperti yang pernah dialami sang kakek. Kim pun berharap akan mampu menunjukkan kemampuan dan penampilan terbaik di timnas Indonesia U-23.

"Saya harap dipilih pelatih jadi bagian dari 25 pemain timnas," katanya.

Sebelum mengakhiri kata-katanya kepada para jurnalis, Kim sempat mengucapkan terima kasih kepada Iman Arif dan PSSI yang turut membantunya.

"Saya senang. Terima kasih kepada Pak Iman, PSSI, dan semua yang membantu saya jadi WNI," tutur lelaki kelahiran Muhlacker (Stuttgart, Jerman), 23 Maret 1990, itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau