Liga italia

Juventus Tergelincir, Napoli Tempel Milan

Kompas.com - 21/12/2010, 04:55 WIB

Milan, Minggu  - Juventus terdepak ke peringkat keempat klasemen sementara Serie A Liga Italia setelah ditahan tuan rumah Chievo Verona 1-1. Posisi Juventus di peringkat dua diambil alih oleh Napoli yang menundukkan tamunya Lecce 1-0 hari Minggu (19/12).

Juventus kini berada di peringkat keempat dengan 31 poin, sedangkan Napoli dengan 33 poin menempel pimpinan klasemen AC Milan yang gagal menambah poin setelah ditekuk AS Roma 0-1. Milan yang mengantongi 36 poin ditempel ketat Napoli dan Lazio yang sama-sama mengumpulkan nilai 33. Lazio menundukkan Udinese 3-2.

Juventus yang tandang ke Stadion Marc Antonio Bentegodi unggul 1-0 lebih dulu melalui gol Fabio Quagliarella pada menit ke-31. Quagliarella memanfaatkan umpan Frederick Sorensen dan menyarangkan bola ke sudut kiri gawang Chievo tanpa bisa diantisipasi oleh kiper Stefano Sorrentino.

Permainan berubah setelah gelandang Juventus, Manuel Giandonata, dikartu merah karena melanggar pemain tengah Chievo, Kevin Constant.

Chievo memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menyamakan kedudukan. Penyerang Sergio Pellissier menyarangkan gol ke gawang Juventus pada menit ke-90.

Napoli mengakhiri tahun 2010 dengan kemenangan 1-0 melawan Lecce. Pencetak gol terbanyak di Serie A dengan 10 gol, Edinson Cavani, membawa Napoli unggul 1-0 di akhir babak kedua. Kemenangan ini memenuhi target mereka untuk terus menempel AC Milan. Napoli mengejar target bermain di kompetisi antarklub Eropa seperti Liga Champions dan Liga Europa tahun depan.

Pada laga lainnya, peringkat keenam Palermo ditahan 1-1 oleh tim papan bawah Bari, Catania mendundukan Brescia 1-0, sedangkan Parma tidak mampu memanfaatkan laga kandang dan bermain 0-0 melawan Bologna.

Hasil di pekan ke-17 ini masih membuka peluang bagi lima tim di papan atas untuk bersaing memuncaki klasemen. Kegagalan Milan menambah poin menyebabkan Napoli, Lazio, Juventus dan AS Roma semakin mendekat. Roma yang kini mengantongi nilai 29 juga masih berpeluang mengejar.

Adapun juara bertahan Inter Milan yang baru menjalani 15 laga karena mengikuti kompetisi Kejuaraan Dunia Antarklub di Abu Dhabi kini berada di peringkat ketujuh dengan 23 poin.

Pelatih Rafael Benitez harus mengejar perolehan poin untuk mempertahankan gelar juara. Benitez membawa Inter menjadi juara dunia antarklub setelah menundukkan TP Mazembe 3-0. Pelatih asal Spanyol itu pun meminta kucuran dana untuk membeli pemain pada musim transfer Januari 2011.

Pencapaian Benitez ini membuka sejumlah skenario mengenai masa depannya di Inter. Ia sebelumnya terancam dipecat menyusul hasil buruk di Serie A dan Liga Champions.

Presiden Inter Massimo Moratti dikabarkan kehilangan kesabaran dengan permintaan Benitez menambah pemain. Spekulasi pemecatan Benitez pun kembali memanas.

”Saya tidak akan berbicara hari ini. Saya tidak ingin membuat kontroversi dengan orang lain,” ujar Moratti di situs Inter.

Agen Benitez, Manuel Garcia Quilon, mengatakan, kliennya masih dikontrak oleh Inter dan kondisi saat ini masih sama dengan sebelumnya. Benitez juga tidak membicarakan tentang masa depannya. (AP/AFP/ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau