NEW YORK, KOMPAS.com — Harga minyak mentah di New York naik pada Senin (20/12/2010) waktu setempat (Selasa pagi WIB) karena cuaca dingin sekali (ekstrem) melanda Eropa dan Amerika Serikat mendorong harapan meningkatnya permintaan bahan bakar pemanas selama masa liburan Natal. Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Januari, naik 79 sen menjadi 88,81 dollar AS. Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari naik 1,07 sen menjadi 92,74 dollar AS per barel di perdagangan London. "Harga minyak mentah naik sedikit lebih tinggi ... karena kondisi beku di Eropa dan timur laut Amerika Serikat meningkatkan permintaan minyak pemanas," kata analis Myrto Sokou di broker Sucden di London.
"Pasar minyak mendapat dukungan lebih lanjut di tengah ketegangan baru di Semenanjung Korea, seperti Korea Selatan meluncurkan latihan live-firing (latihan menembak/perang dengan peluru tajam) dari pulau yang disengketakan hari ini," imbuhnya.
Ribuan wisatawan terdampar bermalam di bandara di seluruh Eropa karena banyak penerbangan dibatalkan pada Senin akibat salju dan es memperpanjang penderitaan perjalanan hanya beberapa hari sebelum Natal. Setelah gangguan akhir pekan di pusat-pusat utama Eropa, seperti London, Paris, Frankfurt, Amsterdam, dan Brussels, bandara berjuang untuk membersihkan timbunan salju karena para penumpang berusaha mencapai tujuan mereka sebelum 25 Desember.
Harga cenderung naik karena cuaca dingin di Eropa dan timur laut Amerika Serikat terus berlanjut dan cuaca dingin juga diperkirakan melanda Asia tengah dan timur, menurut analis JPMorgan.