Seorang siswa SMP Susteran Purwokerto kembali berhasil meraih medali di ajang Olimpiade Sains Junior Internasional atau International Junior Science Olympiad (IJSO) di Nigeria pada 2-11 Desember lalu. Kali ini medali perak disumbangkan Mikael Harseno setelah berkompetisi dengan siswa lainnya dari 45 negara yang ikut dalam IJSO di Nigeria.
Sebelumnya secara berturut-turut sejak tahun 2007 sampai 2009, SMP Susteran Purwokerto selalu menelurkan seorang juara IJSO berupa satu medali emas dan dua medali perak.
Mikael mengaku hanya berhasil meraih medali perak karena gagal mengerjakan soal praktik eksperimen untuk ketiga mata pelajaran yang diujikan, yakni kimia, fisika, dan biologi. Hal itu dikarenakan ada salah satu soal praktik yang diujikan belum pernah dia lakukan sebelumnya, yaitu eksperimen titrasi atau menentukan kadar asam-basa.
”Untuk eksperimen, nilai tertinggi diraih oleh peserta dari India,” kata Mikael saat ditemui 17 Desember lalu.
Kendati baru merebut medali perak, Kepala SMP Susteran Purwokerto, Pramono, mengatakan, prestasi Mikael tetap membanggakan sebab tak mudah mencetak siswa yang mampu berkompetisi di IJSO.
”Kami masih terus berusaha untuk meningkatkan prestasi di IJSO agar ada lagi siswa kami yang berhasil meraih medali emas,” katanya.
SMP Susteran Purwokerto pertama kali meraih medali emas yang dipersembahkan Steven Haniel pada IJSO tahun 2007 di Taiwan. Selanjutnya tahun 2008 dan 2009 medali perak diraih Erwin Wibowo dan Ivan Kurniawan.
Sementara itu Nyonya Listi Janis Kusumadi (42), orangtua Mikael, mengaku akan terus mendorong anaknya agar lebih berprestasi dalam bidang akademik.