Mikael, Peraih Medali Perak

Kompas.com - 21/12/2010, 09:41 WIB

Seorang siswa SMP Susteran Purwokerto kembali berhasil meraih medali di ajang Olimpiade Sains Junior Internasional atau International Junior Science Olympiad (IJSO) di Nigeria pada 2-11 Desember lalu. Kali ini medali perak disumbangkan Mikael Harseno setelah berkompetisi dengan siswa lainnya dari 45 negara yang ikut dalam IJSO di Nigeria.

Sebelumnya secara berturut-turut sejak tahun 2007 sampai 2009, SMP Susteran Purwokerto selalu menelurkan seorang juara IJSO berupa satu medali emas dan dua medali perak.

Mikael mengaku hanya berhasil meraih medali perak karena gagal mengerjakan soal praktik eksperimen untuk ketiga mata pelajaran yang diujikan, yakni kimia, fisika, dan biologi. Hal itu dikarenakan ada salah satu soal praktik yang diujikan belum pernah dia lakukan sebelumnya, yaitu eksperimen titrasi atau menentukan kadar asam-basa.

”Untuk eksperimen, nilai tertinggi diraih oleh peserta dari India,” kata Mikael saat ditemui 17 Desember lalu.

Kendati baru merebut medali perak, Kepala SMP Susteran Purwokerto, Pramono, mengatakan, prestasi Mikael tetap membanggakan sebab tak mudah mencetak siswa yang mampu berkompetisi di IJSO.

”Kami masih terus berusaha untuk meningkatkan prestasi di IJSO agar ada lagi siswa kami yang berhasil meraih medali emas,” katanya.

SMP Susteran Purwokerto pertama kali meraih medali emas yang dipersembahkan Steven Haniel pada IJSO tahun 2007 di Taiwan. Selanjutnya tahun 2008 dan 2009 medali perak diraih Erwin Wibowo dan Ivan Kurniawan. 

Sementara itu Nyonya Listi Janis Kusumadi (42), orangtua Mikael, mengaku akan terus mendorong anaknya agar lebih berprestasi dalam bidang akademik. (MDN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau