Kdrt

Ribuan Anak Memilih Hidup di Jalanan

Kompas.com - 21/12/2010, 10:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rumah belum menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak Indonesia. Ribuan anak terpaksa lari dari rumah dan hidup di jalanan karena mengalami kekerasan fisik hingga seksual.

Setiap hari pada kurun waktu 2010 Komisi Nasional Perlindungan Anak menerima laporan aduan kasus kekerasan seksual. Sebagian besar korban adalah anak perempuan rentang usia 6 hingga 15 tahun. "Terselip satu kasus di mana korbannya masih berumur di bawah 1 tahun," kata Sekretaris Jenderal Komnas PA Samsul Ridwan di Jakarta, Selasa (21/12/2010).

Karena tidak kuat diperlakukan secara kasar di rumah, banyak anak memilih kabur kemudian tinggal di jalanan. Dari pendataan nasional tahun 2010 terhadap 240.000 anak jalanan di 12 kota besar di Indonesia, kira-kira 5-7 persen (12.000-16.800 anak) mengaku lari dari rumah karena kekerasan dalam rumah tangga.

Data International Labour Organization (ILO) tahun 2010 memperlihatkan angka yang mencengangkan. Lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani isu perburuhan telah menemukan sekitar 8 juta pekerja di Indonesia yang usianya di bawah 15 tahun.

"Mereka justru kerja di sektor terlarang bagi seorang anak, seperti industri perikanan (sebagai penjaga jermal atau usaha tangkap ikan di lepas pantai), pertambangan, konstruksi, transportasi, dan industri kimia," tutur Samsul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau