JAKARTA, KOMPAS.com — Rumah belum menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak Indonesia. Ribuan anak terpaksa lari dari rumah dan hidup di jalanan karena mengalami kekerasan fisik hingga seksual.
Setiap hari pada kurun waktu 2010 Komisi Nasional Perlindungan Anak menerima laporan aduan kasus kekerasan seksual. Sebagian besar korban adalah anak perempuan rentang usia 6 hingga 15 tahun. "Terselip satu kasus di mana korbannya masih berumur di bawah 1 tahun," kata Sekretaris Jenderal Komnas PA Samsul Ridwan di Jakarta, Selasa (21/12/2010).
Karena tidak kuat diperlakukan secara kasar di rumah, banyak anak memilih kabur kemudian tinggal di jalanan. Dari pendataan nasional tahun 2010 terhadap 240.000 anak jalanan di 12 kota besar di Indonesia, kira-kira 5-7 persen (12.000-16.800 anak) mengaku lari dari rumah karena kekerasan dalam rumah tangga.
Data International Labour Organization (ILO) tahun 2010 memperlihatkan angka yang mencengangkan. Lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani isu perburuhan telah menemukan sekitar 8 juta pekerja di Indonesia yang usianya di bawah 15 tahun.
"Mereka justru kerja di sektor terlarang bagi seorang anak, seperti industri perikanan (sebagai penjaga jermal atau usaha tangkap ikan di lepas pantai), pertambangan, konstruksi, transportasi, dan industri kimia," tutur Samsul.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang