Sudah Besar Masih Sering Mengompol

Kompas.com - 21/12/2010, 13:15 WIB

TANYA:
Dokter, Saya punya keponakan laki - laki sekarang umur 8 tahun kelas 3 SD, setiap malam pasti mengompol, tidak cuma sekali kadang 2 kali walaupun sebelum tidur sudah pipis & malam sekitar jam 2 dibangunin pipis, tetap saja mengompol. Apakah ada kelainan atau karena pengaruh AC? (untuk tambahan BB keponakan saya sekitar 35 kg TB sekitar 135 cm) Sebelumnya terima kasih atas jawaban Dokter.
Uthe (31), Jakarta


JAWAB:
Ibu Uthe yang baik,
Mengompol (enuresis) pada seorang anak yang sudah besar sebagian besar lebih disebabkan karena faktor psikologis. Pola asuh yang lebih instruktif, bernuansa negatif, penuh amarah, terlalu kompetitif, dan hukuman, dapat menyebabkan seorang anak merasa depresi yang dapat berakibat anak tanpa disadari mengompol saat tidur.

Penyebab lain yang perlu dipikirkan adalah adanya infeksi saluran kemih, kelainan neuro-urogenik dan kelainan lain seperti kelainan anatomis dan sebagainya. Si kecil tampaknya juga menderita obesitas, karena berdasarkan tinggi badannya, berat badan idealnya adalah 28 kg. Sehingga sebaiknya ia mendapatkan terapi nutrisi yang seimbang untuk menurunkan berat badannya agak terhindar dari risiko menderita penyakit degeneratif di masa dewasanya seperti penyakit jantung koroner, diabetes melitus, dan sebagainya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau