Yenny Ajak Muhaimin Islah di Surabaya

Kompas.com - 21/12/2010, 15:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Putri mendiang mantan Presiden Abdurrahman Wahid mengajak Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk islah dalam Muktamar yang akan digelar di GOR Kertajaya, Surabaya, 26-28 Desember mendatang. Yenny mengatakan, sudah saatnya PKB bersatu kembali.

Hingga saat ini, memang terjadi perpecahan di tubuh PKB antara kubu Kalibata dan kubu Sukabumi. "Kita jalan. Saya malah mau mengajak Mas Muhaimin untuk bersama-sama ikut muktamar ini karena kita menghormati keinginan terakhir Gus Dur," ungkapnya di The Wahid Institute, Selasa (21/12/2010).

Menurut Direktur Eksekutif The Wahid Institute ini, muktamar diniatkan untuk memenuhi keinginan Gus Dur dalam rapat-rapat terakhir PKB yang sempat dipimpinnya sebelum sakit. Menurut Yenny, Gus Dur menginginkan ada muktamar 2010 sebagai forum islah. Oleh karena itu, Yenny berniat mewujudkan keinginan tersebut dan mengajak Muhaimin untuk bergabung membesarkan partai bersama-sama melalui islah.

"Terserah silakan, Pak Muhaimin mau maju silakan (jadi Ketum PKB lagi), saya enggak akan maju. Yang penting bahwa nama baik Gus Dur direstorasi atau ditegakkan kembali dalam PKB. Gus Dur yang waktu itu pernah diberhentikan oleh Muhaimin dari PKB, kita harapkan dalam muktamar ini dimuliakan kembali," tambahnya.

Sementara itu, Yenny mengaku tidak tahu-menahu soal forum muktamar yang juga diinisiasi oleh salah satu kubu di Bogor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau