Aksi korporasi

Danareksa Terbitkan Obligasi V 2010

Kompas.com - 22/12/2010, 04:18 WIB

Jakarta, Kompas - PT Danareksa (Persero) menerbitkan Obligasi V Danareksa tahun 2010 senilai Rp 500 miliar. Dana dari penerbitan obligasi untuk mendanai kembali utang yang jatuh tempo 2011 untuk meningkatkan investasi dan setoran modal awal bagi Danareksa Capital, anak perusahaan Danareksa.

Ada dua jenis obligasi yang ditawarkan, yakni seri A berjangka tiga tahun dengan bunga 8,875-9,625 persen dan obligasi seri B berjangka lima tahun dengan bunga 9,625-10,375 persen.

”Danareksa telah lima kali menawarkan obligasi dan belum sekali pun default, gagal bayar,” kata Presiden Direktur Danareksa Edgar Ekaputra, Selasa (21/12) di Jakarta, dalam pertemuan due diligence Obligasi V Danareksa.

Menurut Edgar, ada beberapa investor yang bertanya, mengapa Danareksa hanya menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar, bukan triliunan rupiah. ”Ya kebutuhannya hanya sebesar itu,” katanya.

Edgar menjelaskan, 66 persen dana yang dihimpun dari Obligasi V untuk membayar Obligasi IV Danareksa tahun 2009 sebesar Rp 200 miliar, yang jatuh tempo 14 April 2011, dan Obligasi III Danareksa tahun 2008 seri B sebesar Rp 130 miliar, yang jatuh tempo 20 Juni 2011.

Investasi infrastruktur

Adapun 20 persen dari dana yang dihimpun, atau setara Rp 100 miliar, untuk modal awal bagi Danareksa Capital.

”Tiga bidang yang investasinya akan dikerjakan Danareksa Capital adalah energi yang terbarukan, pembangkit listrik, dan infrastruktur,” kata Edgar.

Untuk investasi di infrastruktur, menurut Edgar, dana yang dihimpun bukan hanya pada industri tol. ”Di Riau, misalnya, ada 2.040 pulau. Tak mungkin di sana hanya berbicara soal jalan. Jadi, bila kita berbicara soal investasi infrastruktur, ya berbicara soal lebih banyak kapal,” ujarnya.

Menurut ahli transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, pemerintah memang masih bicara investasi di bidang jalan tol.

”Hambatannya memang ada di pembebasan tanah, tetapi tetap unggul karena regulasi tol yang lengkap,” katanya.

Pelaku di sektor jalan tol relatif banyak, dan sebagian adalah perusahaan terbuka, seperti Jasa Marga, Citra Marga Nusaphala Persada, dan Bakrieland.

Sementara, kata Djoko, tidak ada perusahaan kereta api yang membuka peluang untuk investasi langsung. Padahal, di Amerika Serikat, orang terkaya di dunia, Waren Buffet, menginvestasikan uang di perusahaan kereta barang, Burlington Northern Sanfa Fe. (RYO)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau