Tim Pulihkan Kondisi di Plaza de Mulas

Kompas.com - 22/12/2010, 21:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perjalanan tim ekspedisi 7 Summits menuju puncak Aconcagua di ketinggian sekitar 6.962 meter di atas permukaan air laut (mdpl) terus berlanjut. Hingga kemarin, Selasa (21/12/2010) waktu setempat, tim telah tiba di Plaza de Mulas pada ketinggian 4.260 mdpl.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Sekretariat Ekspedisi 7 Summits, Rabu (22/12/2010), sesuai rencana awal, kemarin (Selasa), tim beristirahat sehari penuh di Plaza de Mulas untuk memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan. Di titik ini seluruh anggota tim juga kembali melakukan cek medis.

Secara keseluruhan, tim berada dalam kondisi yang baik, meskipun beberapa personel seperti Martin Rimbawan dan Nurhuda mengalami penurunan kondisi. Nurhuda yang mengalami diare sejak beberapa hari sebelumnya mengaku bahwa kondisinya telah membaik, dan tim medis telah menyatakan tidak ada masalah dengan kesehatannya.

Nurhuda, komandan operasional menuturkan dalam laporannya bahwa perjalanan yang ditempuh oleh tim pada hari sebelumnya, Senin (20/12/2010) merupakan perjalanan yang cukup berat. Tim menempuh perjalanan sejauh 20 kilometer dari Confluencia menuju Base Camp Plaza de Mulas.

"Kami berjalan selama 10 jam 20 menit. Kita mulai berjalan pukul 08.15, dan tiba di Base Camp pukul 18.20. Mungkin ini perjalanan terpanjang dari pendakian Aconcagua secara keseluruhan," tulis Huda dalam laporannya kepada Sekretariat tim 7 Summits, Rabu (22/12/2010).

Dalam perjalanan ini, lanjut Huda, beberapa anggota tim mulai merasakan sakit kepala ringan. Hingga pada ketinggian 3.900 mdpl di Ibanez Camp Site, reporter dari Metro TV, Yulian, tidak bisa melanjutkan perjalanan karena sakit kepala. Yulian pun turun kembali ke Confluencia, sementara anggota tim lainnya melanjutkan perjalanan.

"Besok (22 Desember), Yulian akan menyusul ke Plaza de Mulas menggunakan mules (sejenis keledai untuk transportasi lokal). Tapi dia tidak diizinkan untuk mendaki lebih tinggi. Jadi kemungkinan dia akan tinggal di base camp selama tim melakukan pendakian," urai Huda.

Perjalanan dalam beberapa hari mendatang, imbuhnya, akan sedikit berubah dari rencana awal. Hal ini dilakukan setelah tim berdiskusi dengan pemandu perjalanan. Salah satu perubahan adalah terkait dengan lokasi camp ketiga nanti. Awalnya, tim berencana menggunakan Camp Berlin sebagai Camp 3. Namun dengan berbagai pertimbangan, tim akan menggunakan Camp Colera yang terletak sekitar 50 meter vertikal di atas Camp Berlin sebagai camp ketiga.

Meski terjadi perubahan rencana, hal ini tidak merubah jadwal tim untuk melakukan summit attack pada tanggal 28 Desember mendatang. Ardhesir Yaftebi, Iwan Irawan, Nurhuda, Martin Rimbawan, Fajri Al Luthfi serta Gina Afriani adalah enam pendaki inti dalam ekspedisi 7 summits yang berasal dari Wanadri. Dalam pendakian ke puncak tertinggi benua Amerika Selatan kali ini, mereka didampingi oleh ketua harian 7 Summits, Yoppi Rikson Saragih. Turut serta dalam rombongan pendaki, Harry Susilo (Kompas), Yulian dan Popo Nurakhman (Metro TV).

Ekspedisi yang akan berlangsung hingga 2012 ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain Pertamina, Telkomsel, Eiger, Point Trek dan Tugu Pratama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau