Gunung rinjani

Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup

Kompas.com - 23/12/2010, 17:58 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mempercepat penutupan jalur pendakian ke Gunung Rinjani, Lombok, NTB, dari jadwal semula karena kondisi cuaca yang semakin ekstrim.

"Rencananya ditutup pada tanggal 26 Desember, tapi karena adanya laporan tentang kondisi cuaca yang semakin buruk, kami mempercepat penutupan mulai hari ini Kamis, 23 Desember 2010," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani H. Syihabudin, Kamis (23/12/2010).

Pihaknya mempercepat penutupan jalur pendakian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan yang dialami pengunjung akibat cuaca buruk.

Jalur pendakian ditutup sementara hingga 31 Maret 2011. Namun, jika kondisi cuaca belum membaik hingga batas penutupan yang ditentukan, pihaknya akan memperpanjang waktu penutupan sampai kondisi cuaca memungkinkan untuk pendakian.

Jumlah jalur pendakian yang ditutup sebanyak empat jalur yakni jalur pendakian Torean di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, jalur Senaru di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, jalur pendakian Timbanuh, di Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur dan jalur pendakian Sembalun, di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

"Mulai hari ini tidak ada lagi penjualan tiket. Saya sudah instruksikan kepada Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) wilayah I Lombok Utara dan wilayah II Lombok Timur, untuk menutup jalur pendakian mulai hari ini," ujarnya.

Kasi Pengelolaan TNGR Wilayah II Lombok Timur, M Fadli mengaku, sudah melaksanakan instruksi penutupan jalur pendakian ke Gunung Rinjani dan menembuskan surat instruksi tersebut ke Bupati Lombok Timur dan seluruh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Kabupaten Lombok Timur.

Pihaknya, juga sudah tidak lagi melakukan penjualan tiket pendakian melalui pos penjagaaan Timbanuh, Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, dan Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

Para petugas di dua pos tersebut juga diminta untuk memperketat pengawasan setelah jalur pendakian resmi ditutup untuk mencegah adanya warga yang melakukan pendakian secara ilegal.

"Cuaca di atas sudah sangat buruk, berupa hujan lebat disertai angin kencang. Sejumlah pengunjung dari luar negeri kemarin batal mendaki karena khawatir. Oleh sebab itu, kami mengimbau warga tidak nekat melakukan pendakian," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau