MAGELANG, KOMPAS.com - Pemerintah Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, akan memasang lampu merkuri di sekitar Kali Putih yang melintasi desa tersebut untuk memantau aliran lahar dingin dari puncak Gunung Merapi pada malam hari.
Kepala Desa Jumoyo, Sungkono, Kamis (23/12/2010), mengatakan semula akan dipasang empat lampu di sekitar jembatan Gempol, namun karena keterbatasan dana baru bisa dipasang satu buah.
Ia mengatakan, harga satu lampu merkuri mencapai Rp 750 ribu sehingga untuk empat lampu dibutuhkan dana Rp 3 juta.
Menurut Sungkono, Pemdes Jumoyo baru bisa membeli satu lampu hasil penjualan pasir di sekitar lapangan Desa Jumoyo. "Jika banjir lahar terjadi malam hari, kami kesulitan memantau kapasitas lahar tersebut. Hal ini membuat warga panik," katanya.
Aliran Kali Putih melewati jalan raya Magelang-Yogyakarta yang padat kendaraan. Beberapa waktu lalu luapan lahar dingin Kali Putih sempat menutup ruas jalan tersebut.
Pada banjir lahar Selasa (21/12/2010) malam, arus lalu lintas sempat ditutup selama satu jam karena ada informasi banjir lahar besar. Penutupan jembatan ini membuat lalu lintas macet total. Setelah ditunggu ternyata banjir lahar hanya kecil.
Ia berharap, dengan pemasangan lampu tersebut seberapa besar banjir lahar dingin yang datang dapat diketahui sehingga bisa dilakukan antisipasi secara cepat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang