2011

Ekonomi Bisa Tumbuh 7 Persen jika ...

Kompas.com - 23/12/2010, 19:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, tahun depan pertumbuhan ekonomi nasional bisa mencapai 7 persen kalau pemerintah mampu mengatasi faktor-faktor penghambat pertumbuhan.

"Pertumbuhan ekonomi tahun 2010 cukup baik. Tahun depan beberapa lembaga memprediksi pertumbuhan ekonomi antara 6,3 persen sampai 6,5 persen. Tapi, Kadin beranggapan ekonomi bisa tumbuh sampai 7 persen kalau syarat-syarat yang dibutuhkan terpenuhi," katanya saat menyampaikan keterangan pers di kantor Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis (23/12/2010).

Syarat-syarat yang dia maksud, antara lain, pembangunan infrastruktur energi, jalan, dan pelabuhan, serta perbaikan sistem logistik nasional. Di samping itu, menurut Suryo, pemerintah bersama pelaku usaha juga harus bahu-membahu menyelesaikan persoalan dunia usaha.

Ia melanjutkan, Kadin Indonesia mengusulkan sepuluh program aksi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7 persen tahun depan.

Pertama, menurut Kadin, pemerintah sebaiknya menaikkan level defisit yang selama ini ditetapkan 1,7 persen menjadi minimal 2,5 persen supaya tersedia cukup dana untuk memacu pergerakan sektor riil. "Dana itu seyogianya diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur, seperti pelabuhan, bandara, kereta api, dan lahan untuk kawasan industri," katanya.

Selanjutnya, Kadin Indonesia merekomendasikan agar pemerintah menitikberatkan orientasi pembangunan pada industri manufaktur bernilai tambah tinggi di sektor pangan, pertanian, ataupun pertambangan supaya Indonesia tak lagi menjadi pengekspor bahan mentah. "Ketiga, Kadin mengusulkan pemerintah menetapkan insentif fiskal dan moneter untuk mendukung upaya swasembada energi dan pangan," katanya.

Organisasi pengusaha itu juga menyarankan agar pemerintah memperbaiki kebijakan-kebijakan makro bidang investasi, perdagangan, dan perbankan yang selama ini menghambat upaya korporasi dalam meningkatkan daya saing.

Selain itu, menurut Suryo, pemerintah harus mendorong perbankan mengarahkan untuk investasi sektor riil, utamanya untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur yang sampai sekarang masih menjadi penghambat utama pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah, ia melanjutkan, juga harus mengupayakan penurunan tingkat suku bunga menjadi di bawah 10 persen seperti di negara-negara pesaing. "Supaya daya saing industri kita lebih kuat dan pertumbuhan sektor riil terpacu," katanya.

Program aksi lain yang direkomendasikan Kadin Indonesia adalah pembuatan rencana pengembangan industri prioritas, kampanye penggunaan produk dalam negeri, dan peningkatan investasi di daerah. "Kalau usul-usul itu dijalankan, kami yakin pertumbuhan ekonomi bisa sampai 7 persen," katanya.

Kilas 2010

Setelah mampu menghadapi dampak krisis ekonomi global tahun 2009, pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik pada 2010.

Pada triwulan III-2010, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,8 persen (year on year) dan surplus neraca pembayaran 6,9 miliar dollar AS.

Kinerja ekspor Indonesia juga positif. Selama Januari-Oktober 2010, nilai ekspor Indonesia mencapai 125,1 miliar dollar AS, naik 35,5 persen dari nilai ekspor pada periode yang sama tahun 2009.

Penanaman modal asing yang masuk ke Indonesia pun cukup tinggi, mencapai 3,4 miliar dollar AS pada triwulan III-2010 atau naik 24,4 persen dari kurun waktu yang sama tahun sebelumnya.

Investasi asing di dalam negeri diperkirakan meningkat tahun depan karena The Global Competitiveness Report 2010-2011 mencatat kenaikan peringkat daya saing Indonesia dari peringkat 54 ke peringkat 44.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau