Katedral Siap Tampung 10.000 Orang

Kompas.com - 23/12/2010, 21:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jelang pelaksanaan perayaan Natal, sejumlah persiapan terus dilakukan pengurus Gereja Katedral, Jakarta Pusat, termasuk dengan menyiapkan tenda untuk jemaat yang tidak kebagian tempat di dalam gereja. Dengan demikian, gereja tersebut diharapkan pada pelaksanaan ibadah nanti bisa menampung 10.000 jemaat. Untuk mempercantik areal gereja, panitia juga memanfaatkan botol plastik air mineral bekas untuk dekorasi tambahan.

Kepala Humas Gereja Katedral Greace Tanus memperkirakan, jumlah anggota jemaat yang akan memadati Gereja Katedral sekitar 10.000 orang. Namun, untuk menghindari kepadatan jemaat, pelaksanaan misa dibagi menjadi tiga hingga empat gelombang. Sebab, dalam satu kali misa saja, jemaat yang datang antara 3.000 dan 4.000 orang. "Untuk itu, kami juga menyiapkan tenda yang bisa menampung sekitar 2.000 orang," katanya, Kamis (23/12/2010) malam.

Greace menambahkan, untuk memudahkan jemaat melihat situasi di dalam gereja, panitia menyiapkan tiga layar besar dan 10 televisi berukuran 21 inci. Untuk keamanan, sebanyak 300 aparat gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat, dan Polsek Gambir juga siaga untuk menjaga gereja tersebut. Namun, semua personel akan berjaga di luar area gereja. "Untuk pengamanan internal dari pihak gereja, ada sebanyak 30 orang," katanya.

Sementara itu, untuk mengatasi kemacetan, pihaknya mengaku telah bekerja sama dengan pengelola Masjid Istiqlal. Nantinya, para jemaat yang hadir juga diperbolehkan memarkir kendaraannya di areal parkir Masjid Istiqlal.

Botol bekas

Terkait pemanfaatan botol bekas yang digunakan untuk mempercantik dekorasi gereja, Grace menjelaskan bahwa itu merupakan bagian dari program Go Green yang marak saat ini. Dia mengatakan, jumlah botol air mineral bekas yang digunakan untuk menghias tenda sebanyak 20.000 botol. Botol-botol bekas itu juga dibuat menjadi 10 pohon cemara, yang tiap satu pohonnya memerlukan 1.000 botol bekas. Semua botol diperoleh dari jemaat Gereja Katedral yang dikumpulkan selama sekitar satu bulan.

Meski menggunakan botol bekas, unsur keindahan tetap diutamakan. Hal itu seperti tampak pada pinggiran tenda yang dirangkai dengan botol plastik air mineral bekas yang dibentuk menjadi spiral. Bentuk itu dikombinasikan dengan buah pohon pinus. Menurut Grace, penggunaan botol plastik air mineral bekas itu bertujuan untuk memanfaatkan barang bekas yang tidak bisa terurai. Dengan demikian, kreativitas ini bisa membantu program pemerintah untuk mengurangi pencemaran limbah plastik. Langkah itu juga berfungsi mengurangi sampah dan menghemat biaya.

Selain memanfaatkan barang bekas, pihak Gereja Katedral juga membuat kandang domba sebagai simbol tempat kelahiran Yesus. Kandang domba itu berada di dalam Gereja Katedral.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau