Jakarta, Kompas -
Sekretaris PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Doddy Nugroho membacakan pernyataan bersama 13 elemen organisasi kepemudaan di Jakarta, Kamis (23/12). Mereka, antara lain, Maarif Institute, Komite Indonesia Bangkit, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamatan Organisasi, dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia.
Fajar Riza Ul Haq dari Maarif Institute mengatakan, seruan ini menjadi awal gerakan moral mendorong pemerintah agar kebebasan beragama, keadilan sosial, dan politik di tahun 2011 menjadi lebih baik. ”Kami akan menghimpun kekuatan masyarakat sipil untuk itu,” ujarnya.
Kesadaran ini muncul dengan maraknya kasus kekerasan berkait agama sepanjang 2010.
Peristiwa ini, kata Sekretaris Jenderal Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cokro Wibowo Sumarsono, menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sistemik. ”Padahal, semua umat juga memiliki saham besar dalam pendirian Republik Indonesia,” ungkapnya.
Oleh karena itu, mereka berharap, Natal tahun 2010 menjadi momentum menguatkan kembali tali perdamaian dan perbaikan di masa depan. ”Kemanusiaan harus didahulukan dari fanatisme agama,” ujar Ketua Umum PB HMI MPO M Chozin.