Pesan damai

Toleransi Agama Dijaga

Kompas.com - 24/12/2010, 02:44 WIB

Jakarta, Kompas - Kalangan aktivis organisasi kepemudaan lintas agama mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap melemahnya toleransi terhadap kelompok minoritas. Mereka mendesak pemerintah bersikap tegas menindak pelaku kekerasan yang melemahkan perilaku toleransi antarumat beragama.

Sekretaris PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Doddy Nugroho membacakan pernyataan bersama 13 elemen organisasi kepemudaan di Jakarta, Kamis (23/12). Mereka, antara lain, Maarif Institute, Komite Indonesia Bangkit, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamatan Organisasi, dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia.

Fajar Riza Ul Haq dari Maarif Institute mengatakan, seruan ini menjadi awal gerakan moral mendorong pemerintah agar kebebasan beragama, keadilan sosial, dan politik di tahun 2011 menjadi lebih baik. ”Kami akan menghimpun kekuatan masyarakat sipil untuk itu,” ujarnya.

Kesadaran ini muncul dengan maraknya kasus kekerasan berkait agama sepanjang 2010. Bahkan, Persatuan Mahasiswa Kristen Indonesia mencatat, sedikitnya 300 kekerasan berlatar belakang agama terjadi sejak tahun 2009 hingga kini. Tahun 2010 saja, ada sekitar 120 kasus, misalnya di Jawa Barat seperti penutupan panti asuhan milik jemaah Ahmadiyah dan penyegelan tempat ibadah HKBP di Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Peristiwa ini, kata Sekretaris Jenderal Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cokro Wibowo Sumarsono, menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sistemik. ”Padahal, semua umat juga memiliki saham besar dalam pendirian Republik Indonesia,” ungkapnya.

Oleh karena itu, mereka berharap, Natal tahun 2010 menjadi momentum menguatkan kembali tali perdamaian dan perbaikan di masa depan. ”Kemanusiaan harus didahulukan dari fanatisme agama,” ujar Ketua Umum PB HMI MPO M Chozin. (SIN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau