BANTUL, KOMPAS -
”Total areal tanam kami biasanya 570 hektar per tahun, namun tahun ini turun menjadi 400 hektar, terutama tembakau lokal jenis siluk. Tembakau putih jenis virginia relatif stabil,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Edy Suharyanto, Kamis (23/12).
Banyaknya petani yang beralih ke komoditas lain disebabkan tingginya curah hujan dalam waktu lama. Sementara tembakau termasuk tidak tahan air.
”Selain ganti komoditas, ada yang membiarkan (tak mengurus) lahan setelah tembakaunya rusak karena hujan,” katanya.
Menurut Edy, pada kondisi iklim dan cuaca tak menentu, harga tembakau sangat fluktuatif, yang memengaruhi mental para petani. Petani harus bisa mengelola kondisi itu dengan baik.
”Kalau bisa menyiasati, kondisi itu bisa menjadi peluang memaksimalkan keuntungan, yakni bagaimana cara memproduksi tembakau di tengah cuaca tak menentu. Kalau petani bisa, hasilnya akan sangat menguntungkan,” paparnya.
Salah satu cara menyiasati cuaca tak menentu adalah menggunakan benih tembakau bermutu tinggi. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bantul menggalakkan penanaman benih tembakau jenis siluk yang hanya ada di Bantul. Sayang, justru banyak petani mendatangkan benih tembakau dari luar daerah. Padahal, kualitas siluk lebih bagus dengan rasa dan aroma khas.
”Selama ini, tembakau siluk dikenal sebagai tembakau bumbu. Banyak dibeli petani tembakau Temanggung,” katanya.
Tembakau jenis siluk banyak ditanam di Desa Selopamioro, Imogiri. Ada sekitar 4.200 petani di desa itu yang menanam tembakau di lahan 350 hektar.
Namun, petani masih kesulitan menjual dan hanya memasarkannya di pasar-pasar tradisional. Pemasaran mengandalkan pedagang lokal yang meneruskan ke pasar-pasar tradisional.
Meskipun kesulitan pembeli, para petani setia menanam tembakau. Tradisi menanam tembakau berlangsung turun-temurun. Menurut Prapto Wiharjo (50), petani di Dusun Kalidadap II, Selopamioro, dia bertahan dengan kebun tembakau karena nilai ekonominya tinggi. Dari lahan seluas 500 meter persegi, dia memperoleh penghasilan bersih Rp 2 juta setiap kali panen (bisanya satu tahun sekali panen).