Di Ragunan Tidak Hanya Ada Satwa

Kompas.com - 24/12/2010, 11:04 WIB

KOMPAS.com - Selama ini, pengunjung Kebun Binatang Ragunan lebih menikmati keragaman satwa di dalamnya. Akibatnya, mereka sering kecewa, terutama ketika puncak liburan, pengunjung lebih banyak ketemu orang ketimbang binatang.

Memang ada yang lain di Ragunan? Tentu saja ada. Jika Anda mau, banyak yang bisa Anda lakukan di area seluas 140 hektar ini daripada hanya melihat satwa. Anda dapat memanfaatkan ruang terbuka untuk ngadem atau olahraga dengan sepeda.

Erik (22), pemuda asal Tasikmalaya, Jawa Barat, datang bersama enam anggota keluarganya untuk sekadar ngadem di Ragunan. Ia menyewa mobil dan membawa makanan sendiri. Baginya, ngadem adalah cara murah untuk menikmati liburan akhir tahun sehingga terasa hangat bersama keluarga. ”Saya sudah empat kali ke sini. Semua fasilitas sudah bagus, tetapi kebersihan yang masih kurang,” katanya.

Anda dapat melakukan hal yang lebih seru di Ragunan, salah satunya bersepeda sambil menikmati wahana yang ada. Rasakanlah petualangan mengayuh pedal menerobos jalur sejuk di bawah rimbunan pohon di Ragunan.

Bersepeda di Ragunan memungkinkan untuk mengunjungi wahana lebih banyak dan lebih menantang ketimbang hanya berjalan kaki.

Ari (33) bersama istrinya, Shinta (32), dan anaknya, Meru (3), menikmati petualangan kecil itu di atas sepeda sewaan. Ari yang sudah tiga kali ke Ragunan baru kali ini merasakan petualangan bersepeda. Meski sudah tahu ada penyewaan sepeda di Ragunan, baru kali ini dia mencobamya. ”Ternyata asyik. Saya dapat pergi ke tempat yang belum saya kunjungi,” katanya.

Pengunjung Ragunan memang terkonsentrasi di sekitar pintu utara. Di area ini memang tersedia wahana satwa mamalia, aves, reptilia, dan pisces. Sementara area di selatan Ragunan belum banyak dieksplorasi pengunjung. Wahana di bagian selatan memang tidak sebanyak yang ada di bagian utara. Akibatnya, kepadatan pengunjung terpusat di sisi utara.

Humas Kebun Binatang Ragunan, Wahyu Bambang Prihantoro, mengakui, pengunjung lebih banyak mengeksplorasi keragaman satwa untuk rekreasi atau kepentingan ilmiah. Baru sebagian yang memanfaatkan untuk kepentingan lain, seperti ngadem dan berolahraga.

Salah satu komunitas yang menggunakan Ragunan sebagai sarana olahraga berasal dari The Jakarta Free Spirit Running Club. Belakangan komunitas pesepeda mulai memanfaatkan kawasan Ragunan, tetapi jumlahnya masih kecil.

Pengelola membolehkan sepeda pengunjung masuk area Ragunan dengan biaya Rp 1.000 sekali masuk.

Kebun Binatang Ragunan dibuka pertama kali pada 22 Juni 1966. Kebun binatang ini merupakan pindahan Kebun Binatang Cikini yang sebelumnya bernama Planten En Dierentuin. Saat ini Ragunan memiliki koleksi 3.000 satwa dari 270 jenis berbeda. Satwa itu terdiri dari 82 jenis mamalia, 136 jenis aves, 41 jenis reptilia, dan 19 jenis pisces.

Tip kecil buat pengunjung agar tidak kecewa ketika menikmati Ragunan. Jika pengunjung membawa kendaraan pribadi, lebih baik memanfaatkan empat penjuru pintu yang ada. Jangan hanya bergantung pada satu pintu utama atau pintu utara. Tiga pintu alternatif masuk Ragunan lainnya adalah pintu barat dari arah Cilandak, pintu selatan dari Jagakarsa dan Depok, serta pintu timur dari arah Lenteng Agung. Selamat berlibur.... (NDY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau