PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Warga yang punya hewan ternak termasuk kuda dan sapi di sekitar Gunung Bromo menjadi repot akibat hujan abu. Mereka kesulitan mendapatkan pakan ternak.
Rumput, atau batang jagung yang berselimut abu tidak mungkin diberikan ke hewan ternak sebab bisa keracunan. Warga pun terpaksa harus membersihkan rumput atau pakan ternak sebelum diberikan ke sapi atau kuda.
Kini warga juga semakin jauh mencari pakan ternak ke lokasi yang tidak terlalu banyak berabu. Kalau tidak mau bersusah-susah, warga harus membeli pakan ternak satu benggek (satu ikat kira-kira untuk satu kali) Rp 5.000.
"Ini namanya makanan yang punya beli, makanan ternaknya pun beli. Hasil pertanian hancur," kata Mishar, warga Wonokerso, Jumat (24/12/2010).
Sementara itu, Suwito menuturkan, keluarganya yang mau selamatan seribu hari ayahnya juga menjadi repot. Daun pisang untuk bungkus dan keperluan selamatan harus dibeli ke Lumbang.
"Daunnya sih cuma lima puluh ribu, tapi ojeknya seratus ribu. Padahal, kalau tidak rusak kena abu Bromo bisa petik di ladang sendiri," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang