Natal 2010

Misa Malam Natal di Vatikan Aman

Kompas.com - 25/12/2010, 08:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemimpin Gereja Katolik, Paus Benedictus XVI memimpin Misa Malam Natal di Vatikan, Jumat (24/128/2010), di tengah peningkatan keamanan, menyusul meledaknya sebuah paket bom di Kedutaan Besar Swiss dan Cile di Roma, Italia, Kamis (23/12/2010). Ledakan tersebut melukai dua orang pekerja.

Misa berakhir dengan aman tanpa ada insiden apa pun. Beberapa kali Paus berhenti di tengah keramaian dan memberkati bayi-bayi yang diangkat ke hadapannya.

Sebelumnya, pada tahun 2009, seorang wanita melompati pembatas, lalu menabrak dan menarik Paus Benediktus XVI (82) hingga Paus jatuh ke lantai pada awal prosesi misa malam Natal di Basilika Santo Petrus, Vatican City, Kamis (24/12/2010).

Saat itu dilaporkan, Paus tidak terluka dalam insiden tersebut, tapi Kardinal Perancis Roger Etchegarya (87) menderita cedera tulang pada salah satu kakinya.

Paus roboh menimpa wanita berusia 25 tahun tersebut, tapi tidak mengalami cedera atau luka. Bahkan, pemimpin 1,1 miliar umat Katolik seluruh dunia ini langsung bangkit. Namun, Kardinal Etchegarya yang berjalan di samping Paus ikut jatuh. Kardinal tidak bisa berdiri lagi dan terpaksa dibopong ke kursi roda dan dilarikan ke rumah sakit.

Pada misa malam Natal, Paus kembali mengingat kelahiran Yesus yang diperingati sebagai Hari Natal. Paus juga meminta para umat untuk meniru semangat Kristus.

"Bantu kami untuk menyadari wajah-Mu di setiap diri orang lain yang membutuhkan bantuan kami, di setiap diri orang lain yang menderita atau terlupakan. Bantu kami untuk hidup bersama-Mu sebagai saudara, sebagai keluarga yang satu, keluarga-Mu," kata Paus. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau