ROMA, KOMPAS.com — Pelaku anarki yang mengirimkan paket bom ke Kedutaan Besar Cile dan Swiss di Roma ingin membalas dendam. Kedua negara tersebut dipandang telah menghalangi perjuangan mereka. Hal ini disampaikan pejabat keamanan Italia.
Saat ini, penjinak bom telah dikirim ke kedua kedubes yang berada di jantung negara Italia tersebut. Pegawai kedubes dikatakan takut membuka kiriman paket natal yang dikirimkan.
Kepala Polisi Roma Francesco Tagliente, Jumat (24/12/2010), mengatakan, petugas kepolisian melakukan inspeksi terhadap paket yang dikirimkan ke kedubes tersebut. Bom dikatakan dikirim dari Italia, bukan luar negeri.
Alfredo Mantovano, pejabat Kementerian Dalam Negeri Italia, mengutip pernyataan polisi antiteror, mengatakan bahwa Swiss menjadi sasaran teror karena telah menangkap tiga terduga teroris yang hendak menyerang markas riset IBM, tak jauh dari Zurich, pada April lalu. Sementara itu, Cile menjadi saksi ketika seorang terduga terorisme tewas saat bom yang dimuat di tas ranselnya meledak di Santiago pada 2009.
Media La Stampa melaporkan dari Santiago bahwa seorang warga negara Italia diduga menyokong dana aksi sekelompok pelaku anarki yang menentang gereja dan lembaga keuangan. Pejabat keamanan Italia mengatakan, sekelompok orang yang menamakan diri Informal Anarchist Federation mengaku bertanggung jawab atas peledakan bom tersebut. Mereka memiliki laman di situs jejaring sosial Facebook. Laman tersebut memiliki 35 anggota. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang