Petugas Arahkan PKL Pindah dari Area Stadion

Kompas.com - 26/12/2010, 15:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah aparat keamanan meminta kalangan pedagang kaki lima untuk tidak berjualan di area sekitar stadion, terutama di depan pintu-pintu masuk penonton. Para pedagang kaki lima (PKL) pun rela pindah dengan mengemas barang dagangannya.

"Mereka dipindahkan ke luar area stadion agar tidak banyak sampah yang tersebar," kata salah seorang petugas, Budi Farhan, Minggu (26/12/2010) di Jakarta. Perintah pemindahan lapak PKL-PKL ini muncul mulai pukul 15.30.

Sebagian besar pedagang kaus tampak memasukkan barang-barangnya ke dalam kantong plastik dan karung besar. Bungkusan itu kemudian dibawa ke dalam mobil atau ke atas jok motor. Sementara itu, pedagang minuman dan makanan mengangkut bawaannya di atas punggung mereka atau di dalam ember.

Arif, salah seorang pedagang kaus timnas, mengaku salah berjualan di dalam area joging stadion. Oleh sebab itu, ia rela pindah dan enggan melawan petugas. "Kami juga memang dagang di tempat yang salah," aku warga Kebayoran Lama itu.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pukul 15.45, banyak sampah plastik yang bertebaran di sudut-sudut stadion, entah itu plastik makanan, plastik pembungkus kaus, dan sebagainya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau