Faktor Mental Jadi Pembeda

Kompas.com - 27/12/2010, 02:56 WIB

LONDON, MINGGU - Arsenal dan Chelsea bakal turun dengan kekuatan terbaik mereka dalam derbi London Liga Inggris di Stadion Emirates, Senin (27/12). Dalam kondisi sama-sama turun dengan tim penuh, kekuatan mental bisa menjadi pembeda. Hal ini harus dicermati Pelatih Arsenal Arsene Wenger.

Pekan lalu, muncul pengakuan kapten Cesc Fabregas tentang penyebab kekalahan Arsenal dari tim besar, seperti dari Manchester United (MU). Fabregas menyebut, saat ditekuk MU, 0-1, di Old Trafford, 13 Desember, ia dan rekan-rekannya tidak memiliki kekuatan mental dan diliputi rasa takut kalah.

”Kami kadang-kadang terlihat takut menderita kekalahan pada laga-laga besar,” kata Fabregas, seperti dikutip BBC Sport. ”Kami seperti tidak benar-benar berlaga dan tergoda untuk bertahan dan menunggu permainan lawan.”

Secara kebetulan, dari catatan laga sebelumnya, tak ada klub yang jadi momok bagi Arsenal melebihi Chelsea. Dari 18 pertemuan terakhir di seluruh ajang, Chelsea kalah dua kali dan selalu menang lima laga terakhir.

Dalam empat partai Liga Inggris terakhir, ”The Blues” menjebol 11 kali gawang Arsenal, sekaligus jadi tim pertama yang memukul ”The Gunners” di empat partai liga beruntun setelah Liverpool sepanjang 1996-1998.

”Tentu saja, ini laga yang harus kami menangi,” kata Wenger. ”Kami punya perasaan yang campur aduk karena kami menjalani laga melawan Chelsea dan Manchester United musim ini dengan pikiran seharusnya bisa menang, padahal tidak ada perbedaan di antara kedua tim.”

Selain kalah 0-1 dari MU, Arsenal juga kalah 0-2 dari Chelsea di Stamford Bridge, 3 Oktober lalu. Musim ini Arsenal sudah kalah tiga kali di kandang.

Hal itu berarti Arsenal telah kehilangan sembilan poin di kandang. Menurut catatan BBC Sport, tak ada tim juara yang kehilangan lebih dari 10 poin di kandang selain yang pernah ditorehkan Arsenal saat mereka juara 2001-2002.

Periode buruk Chelsea

”Kami yakin dapat mengatasi Chelsea di kandang,” ujar Wenger. ”Chelsea juga mengalami periode yang hasil laga-laga mereka kurang bagus, tetapi itu bisa terjadi pada siapa pun di liga.”

Dalam lima partai Liga Inggris terakhir, Chelsea mengalami paceklik kemenangan. Hanya memetik enam poin dari tujuh laga terakhir merupakan catatan terburuk tim asuhan Carlo Ancelotti sejak 1998, saat mereka menutup musim pada peringkat keempat, seperti posisi klasemen mereka kini.

Wenger berharap, kapten Fabregas dan striker Robin van Persie bisa turun starter secara bersamaan untuk pertama kali sejak Agustus lalu. Namun, andai keduanya bisa turun, kubu Chelsea juga tidak kalah stok amunisi terbaik.

Hadirnya gelandang Frank Lampard, yang sudah siap tampil dan fit, diyakini Ancelotti dapat menjadi penentu. Lampard absen sekitar tiga bulan karena operasi hernia dan dinilai salah satu pemicu melempemnya penampilan Chelsea akhir-akhir ini.

”Sangat penting dapat memainkan dia (Lampard) dalam permainan menyerang kami dan saat kami menguasai bola. (Kehadirannya) memperbesar peluang kami mencetak gol,” kata Ancelotti. ”Bisa memainkan dia (Lampard) lagi bakal jadi kabar fantastis. Dia siap bertanding. Dia fit. Dia bersemangat.”

Sementara pada laga Minggu (26/12), juru kunci West Ham United mencetak hasil mengejutkan dengan menekuk tuan rumah Fulham, 3-1 (2-1), di Craven Cottage. Fulham unggul dulu lewat Aaron Hughes menit ke-11. Carlton Cole menyamakan, 1-1, pada menit ke-37, yang diikuti gol Frederic Piquionne jelang turun minum. Cole mengunci kemenangan pertama West Ham lewat gol menit ke-73. (AFP/SAM)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau