LONDON, MINGGU -
Pekan lalu, muncul pengakuan kapten Cesc Fabregas tentang penyebab kekalahan Arsenal dari tim besar, seperti dari Manchester United (MU). Fabregas menyebut, saat ditekuk MU, 0-1, di Old Trafford, 13 Desember, ia dan rekan-rekannya tidak memiliki kekuatan mental dan diliputi rasa takut kalah.
”Kami kadang-kadang terlihat takut menderita kekalahan pada laga-laga besar,” kata Fabregas, seperti dikutip BBC Sport. ”Kami seperti tidak benar-benar berlaga dan tergoda untuk bertahan dan menunggu permainan lawan.”
Secara kebetulan, dari catatan laga sebelumnya, tak ada klub yang jadi momok bagi Arsenal melebihi Chelsea. Dari 18 pertemuan terakhir di seluruh ajang, Chelsea kalah dua kali dan selalu menang lima laga terakhir.
Dalam empat partai Liga Inggris terakhir, ”The Blues” menjebol 11 kali gawang Arsenal, sekaligus jadi tim pertama yang memukul ”The Gunners” di empat partai liga beruntun setelah Liverpool sepanjang 1996-1998.
”Tentu saja, ini laga yang harus kami menangi,” kata Wenger. ”Kami punya perasaan yang campur aduk karena kami menjalani laga melawan Chelsea dan Manchester United musim ini dengan pikiran seharusnya bisa menang, padahal tidak ada perbedaan di antara kedua tim.”
Selain kalah 0-1 dari MU, Arsenal juga kalah 0-2 dari Chelsea di Stamford Bridge, 3 Oktober lalu. Musim ini Arsenal sudah kalah tiga kali di kandang.
Hal itu berarti Arsenal telah kehilangan sembilan poin di kandang. Menurut catatan BBC Sport, tak ada tim juara yang kehilangan lebih dari 10 poin di kandang selain yang pernah ditorehkan Arsenal saat mereka juara 2001-2002.
”Kami yakin dapat mengatasi Chelsea di kandang,” ujar Wenger. ”Chelsea juga mengalami periode yang hasil laga-laga mereka kurang bagus, tetapi itu bisa terjadi pada siapa pun di liga.”
Dalam lima partai Liga Inggris terakhir, Chelsea mengalami paceklik kemenangan. Hanya memetik enam poin dari tujuh laga terakhir merupakan catatan terburuk tim asuhan Carlo Ancelotti sejak 1998, saat mereka menutup musim pada peringkat keempat, seperti posisi klasemen mereka kini.
Wenger berharap, kapten Fabregas dan striker Robin van Persie bisa turun starter secara bersamaan untuk pertama kali sejak Agustus lalu. Namun, andai keduanya bisa turun, kubu Chelsea juga tidak kalah stok amunisi terbaik.
Hadirnya gelandang Frank Lampard, yang sudah siap tampil dan fit, diyakini Ancelotti dapat menjadi penentu. Lampard absen sekitar tiga bulan karena operasi hernia dan dinilai salah satu pemicu melempemnya penampilan Chelsea akhir-akhir ini.
”Sangat penting dapat memainkan dia (Lampard) dalam permainan menyerang kami dan saat kami menguasai bola. (Kehadirannya) memperbesar peluang kami mencetak gol,” kata Ancelotti. ”Bisa memainkan dia (Lampard) lagi bakal jadi kabar fantastis. Dia siap bertanding. Dia fit. Dia bersemangat.”
Sementara pada laga Minggu (26/12), juru kunci West Ham United mencetak hasil mengejutkan dengan menekuk tuan rumah Fulham, 3-1 (2-1), di Craven Cottage. Fulham unggul dulu lewat Aaron Hughes menit ke-11. Carlton Cole menyamakan, 1-1, pada menit ke-37, yang diikuti gol Frederic Piquionne jelang turun minum. Cole mengunci kemenangan pertama West Ham lewat gol menit ke-73.