Cuaca buruk selama hampir sebulan di pantai selatan Jawa Barat membuat nelayan di Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, tak dapat melaut setiap hari. Akibatnya, ikan yang dijual di tempat pelelangan ikan sedikit. Bahkan sebagian ikan yang diperdagangkan diperoleh dari Palabuhanratu dan Jakarta.
Juber (40), warga Ujunggenteng, mengatakan, nelayan memilih tidak melaut karena takut merugi. Ongkos sekali melaut untuk kapal kecil (berbobot mati kurang dari 15 ton) berkisar Rp 400.000, sedangkan hasilnya kurang dari itu jika angin kencang dan gelombang pasang.
Menurut Dadang, pedagang ikan, Jumat (24/12), ikan yang dijual hanya untuk memenuhi kebutuhan wisatawan di Ujunggenteng. Padahal, ikan hasil tangkapan nelayan Ujunggenteng, seperti layur, salem, dan kakap merah, biasanya dijual ke pasar di desa-desa terdekat.
Harga ikan bahkan naik dua kali lipat. Harga ikan salem yang biasanya Rp 10.000 per kilogram kini menjadi Rp 20.000 per kg, ikan belanak dari Rp 8.000 per kg menjadi Rp 15.000 per kg, dan ikan kakap dari Rp 10.000 per kg menjadi Rp 20.000 per kg.