Biak, Antara
Juru bicara penjaga Monumen Perang Dunia (PD) II, Nehemia Ronsumbre, di Biak, Minggu (26/12), mengatakan, tuntutan itu telah berkali-kali disampaikan, tetapi hingga kini belum direalisasikan dinas terkait. ”Saya tidak mengerti apa penyebab honornya belum dibayarkan. Periode Januari-Maret lancar dibayarkan sebesar Rp 150.000 per bulan, sementara April-Desember 2010 tidak direalisasikan,” ujarnya.
Nehemia berharap Pemerintah Kabupaten Biak melalui dinas kebudayaan dan pariwisata segera menyelesaikan kewajiban itu. Alasannya, mereka sangat membutuhkannya untuk memenuhi keperluan keluarga merayakan Natal 2010.
Sesuai dengan informasi yang diterima, lanjut Nehemia, honor penjaga Monumen PD II di Anggraidi bersumber dari Pemerintah Jepang yang diserahkan kepada pemerintah kabupaten. ”Meski honor penjaga monumen tergolong kecil, dana itu sangat berguna untuk menunjang kelancaran petugas merawat serta membersihkan lokasi monumen,” kata Nehemia, yang juga Kepala Desa Anggraidi.
Mantan Wakil Ketua II DPRD Biak Henky Robby Pontonuwu meminta penjaga Monumen PD II itu melaporkan masalah tersebut kepada DPRD. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Biak Andris Kafiar belum berhasil dihubungi.